Gelaran Jatim Run for Heroes 2022 berhasil menarik animo ribuan masyarakat dari berbagai daerah se Indonesia bahkan manca negara. Total sekitar 2.000 orang peserta mengikuti lomba lari ini dengan dua rute berbeda, yaitu 5K dan 10K.
Dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para peserta memulai start dari Jl. Gubernur Suryo depan Gedung Negara Grahadi, Minggu (13/11) pagi.
Dalam pemberangkatan tersebut Gubernur Khofifah didampingi oleh, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksda TNI Denih Hendrata, Kepala Staf Koarmada (Kaskoarmada) II Laksma TNI Abdul Andi Aziz, Komandan Pasmar 2 Surabaya Brigjen TNI (Mar) Suherlan, Komandan Pasmar 3 Sorong Brigjen TNI (Mar) Yohanes Rudy Sulistyanto dan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa even kali ini sangat spesial. Sebab, ada tiga momen sekaligus yang tengah diperingati, yakni gabungan perayaan Hari Jadi Prov. Jatim ke-77, HUT Korps. Marinir Angkatan Laut ke-77 dan HUT Kemerdekaan RI ke-77.
Menurutnya, angka 77 di ketiga perayaan tersebut sarat akan makna. Ia menjelaskan, angka 7 dalam Bahasa Jawa disebut ‘Pitu’ memiliki makna ‘Pitulungan’ atau pertolongan. Dua angka ‘tujuh’ di dalamnya berarti banyak pertolongan-pertolongan.
“Mudah-mudahan Allah selalu memberi pertolongan kepada kita semua untuk bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” ungkap Gubernur Khofifah.
Pertolongan yang dimaksud juga termasuk dalam upaya untuk membangun persatuan, persahabatan dan persaudaraan di Bumi Majapahit dan Indonesia pada umumnya. Sejalan dengan semboyan ‘Optimis Jatim Bangkit’,diharapkan juga bisa menjadi dasar penguatan dalam setiap evennya.
“Semoga Allah juga memberi kita pitulungan untuk membangun persatuan, persahabatan dan persaudaraan. Even apapun akan menjadi kekuatan untuk itu,” tutur Khofifah.
Semangat membangun persaudaraan yang disebut Gubernur Khofifah, tercermin pula pada juara lomba lari yang berasal dari luar Jawa Timur. Baik juara lomba lari putra dan putri, keduanya berasal dari Kenya, yaitu James dan Christine.
Hal ini menandakan bahwa melalui olahraga, Jawa Timur sangat terbuka untuk membangun spirit persaudaraan bersama warga dari dalam maupun luar Jatim.
Selain itu, yang spesial dari Lomba Lari kali ini, turut diberikan penghargaan kepada pelari termuda berusia tujuh tahun bernama Albian Kiana dan pelari tertua berusia 74 tahun bernama Manuel Patiasina. Masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp 1 juta. (ita)

