Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya peran pesantren dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah saat menghadiri Haul dan Harlah Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat, Senin (9/2/2026) malam.
Kegiatan yang dihadiri puluhan ribu jemaah tersebut berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, Khofifah menyebut pesantren sebagai institusi strategis yang berkontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pengabdian sosial dan pemberdayaan ekonomi. Ini adalah kekuatan yang harus terus diperkuat,” ujarnya.
Menurut Khofifah, Ponpes Progresif Bumi Sholawat menunjukkan model pengembangan pesantren modern yang tetap berakar pada nilai tradisi. Integrasi antara pendidikan, dakwah, dan penguatan ekonomi dinilai sejalan dengan agenda pembangunan Jawa Timur yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menambahkan bahwa haul bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen moral dan spiritual dalam membangun masyarakat berkarakter.
Dalam kesempatan tersebut, Syech Yusri Al Hasani menyampaikan pentingnya memperdalam ilmu Al-Qur’an sebagai fondasi peradaban. Sementara Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mengingatkan bahwa kunci kesuksesan santri terletak pada ketaatan kepada orang tua dan guru.
Khofifah optimistis pesantren akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan sosial, memperkuat moderasi beragama, serta membangun generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan global.
“Pesantren adalah benteng moral bangsa sekaligus motor penggerak pemberdayaan umat. Sinergi ini harus terus kita jaga,” pungkasnya. (tas)
