Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan tali asih pilar sosial senilai Rp7.050.325.000 kepada masyarakat di Pendopo Kabupaten Malang, Minggu (22/2). Program ini menjadi bagian dari penguatan perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi menuju visi “Jatim Sejahtera”.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Bhakti Kesatu, sebagai langkah strategis membangun kesejahteraan inklusif dan berkeadilan. Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa kebijakan sosial tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, melainkan harus berkelanjutan dan mendorong kemandirian masyarakat.
“Intervensi tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Harus ada kesinambungan antara perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat benar-benar berdaya,” ujarnya.
Dari total anggaran, Rp5.765.825.000 disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Komponen terbesar dialokasikan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp4.166.000.000 bagi 2.083 keluarga penerima manfaat, masing-masing Rp2 juta per tahun guna memperkuat daya tahan ekonomi keluarga prasejahtera.
Selain itu, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp486.000.000 diberikan kepada 135 penerima manfaat. Penguatan ekonomi produktif juga diwujudkan melalui program KIP Jawara, meliputi KIP Putri Jawara, KIP PPKS Jawara, dan KIP KPM Jawara dengan total ratusan juta rupiah bagi pelaku usaha rintisan dari keluarga prasejahtera.
Perhatian juga diberikan kepada pilar sosial, termasuk SDM PKH Plus, Pendamping Disabilitas, TKSK, dan TAGANA dengan total tali asih Rp478.200.000 bagi 222 penerima. Bantuan permakanan LKS A sebesar Rp251.625.000 turut disalurkan bagi 55 jiwa.
Khofifah juga menyoroti tantangan penghapusan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Jawa Timur yang mencapai lebih dari 1,4 juta orang per Januari 2026. Ia meminta verifikasi dan validasi data dilakukan secara aktif agar masyarakat yang berhak tetap terlindungi.
Dari sektor desa, bantuan Rp1.259.500.000 digelontorkan melalui program BUMDesa, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Menurutnya, desa merupakan fondasi ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga membagikan kurma kepada keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari semangat berbagi di bulan Ramadan.
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendorong produktivitas masyarakat. Ia berharap program ini memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga Kabupaten Malang. (tas)

