Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Kiprah Alumni Unair Kuatkan Stabilitas Pangan

Kiprah Alumni Unair Kuatkan Stabilitas Pangan

PERISTIWA redaksi23/01/2025 - 13:00 WIB

Kesuksesan dalam jenjang karir profesi nyatanya tidak harus selalu sesuai dengan jurusan yang ditempuh ketika masa perkuliahan. Hal ini terbukti dari kisah Awaludin Iqbal, salah satu alumnus Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR).

Kini, mantan ketua senat itu sukses melejitkan karirnya sebagai Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Timur. Baginya, bisa mencapai pada titik ini bukan perkara mudah, proses panjang telah ia tempuh melalui berbagai peluang yang ada demi bisa terus berkontribusi kepada masyarakat.

“Waktu itu saya ikut pendaftaran di Depdagri, sekarang namanya Kemendagri. Saya juga sempat mendaftar di Pemda Lamongan dan juga ke Bulog. Kemudian dari ketiga itu tahap pertama Alhamdulillah saya masuk semua. Kemudian saya sempat masuk di pemda sebagai PNS, setelah itu ternyata di Bulog dipanggil juga,” jelasnya.

Bulog Jawa Timur yang terkenal sebagai Bulog terbesar karena berada pada wilayah lumbung pangan memiliki tugas utama menjaga pilar ketahanan pangan. Iqbal mengungkapkan hal ini mulai dari ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas.

“Tugas kita adalah menyediakan, bagaimana kita memperoleh persediaan pangan itu terutama beras. Jawa Timur sebagai lumbung pangan sebetulnya tugas utama kita adalah pengadaan dan penyerapan,” ungkapnya.

Berikutnya secara keterjangkauan, Bulog berupaya beras sebagai sumber pangan mampu tetap terjangkau baik secara fisik maupun secara daya beli. Hal ini agar masyarakat bisa menikmati beras dengan harga terjangkau.

“Pertama, kami melakukan distribusi atau pemerataan stok supaya secara fisik stok bisa dijangkau dan bisa diakses oleh masyarakat secara umum. Kami juga melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Jadi penjualan beras dengan harga yang relatif terjangkau,” imbuhnya.

Menurutnya semua upaya ini agar mampu menciptakan stabilitas karena roh dari keberadaan Bulog adalah stabilitas. “Maka dari itu kebijakan kita yang ditugaskan oleh pemerintah kepada Bulog dan yang ditugaskan oleh Bulog kepada kita di Jawa Timur itu bisa terus terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Kiprahnya sebagai pimpinan dengan berbagai penerapan kebijakan yang ada mampu memberikan kontribusi besar terhadap stabilitas pangan khususnya di Jawa Timur. Hal ini ia sebutkan dalam beberapa target yang sudah tercapai. “Tahun ini target kita 99 persen tercapai untuk persediaan. Kemudian penyaluran untuk SPHP itu tahun ini Bulog mencapai 105%. Kemudian ada program bantuan pangan itu 100% tercapai,” sebutnya.

Maka dari itu ia berharap agar ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga dengan keterlibatan semua pihak dengan terus berorientasi pada prinsip pilar ketahanan pangan. “Pangan itu suatu kebutuhan vital bagi sebuah bangsa. Tidak ada negara yang eksis dan stabil kalau tidak membutuhkan pangan,” pungkasnya.(ita)

Awaludin Iqbal Bulog
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.