Airlangga Education Expo (AEE) 2026 tidak hanya menjadi ajang informasi pendidikan tinggi, tetapi juga panggung bagi cerita perjuangan generasi muda Indonesia. Salah satu kisah yang mencuri perhatian publik adalah perjuangan Annisa Yulia Syafira Berutu, siswi asal Kota Subulussalam, Aceh.
Demi mengikuti AEE 2026 di Surabaya, Annisa harus menempuh perjalanan selama 16,5 jam lintas kota dan negara. Perjalanan dimulai dari Subulussalam menuju Medan selama sembilan jam, melewati jalur darat yang terdampak bencana alam. Dari Medan, ia melanjutkan perjalanan udara ke Malaysia, transit selama beberapa jam, sebelum akhirnya tiba di Surabaya.
Perjalanan panjang tersebut menjadi simbol kegigihan Annisa dalam mengejar pendidikan tinggi. Ketekunan itu berbuah apresiasi dari Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Muhammad Madyan, yang secara langsung memberikan rekomendasi agar Annisa dipertimbangkan sebagai kandidat penerima golden ticket.
Di hadapan pimpinan universitas dan peserta AEE, Annisa dengan percaya diri menyampaikan prestasi-prestasi yang telah ia raih selama menempuh pendidikan menengah. Keberanian dan konsistensinya dalam mengembangkan diri menjadi poin penting yang mendapat perhatian khusus dari pihak universitas.
“Saya sempat ragu, tapi dukungan orang tua dan teman-teman membuat saya yakin untuk berangkat. Bisa sampai di sini dan diapresiasi langsung oleh rektor adalah pengalaman yang sangat berharga,” tutur Annisa.
Ketertarikannya pada dunia hukum berangkat dari minatnya terhadap debat sosial, politik, dan humaniora sejak duduk di bangku SMP. Fakultas Hukum UNAIR yang dikenal memiliki reputasi akademik kuat dan prospek lulusan yang luas menjadi tujuan utama Annisa dalam melanjutkan pendidikan.
Meski status golden ticket masih menunggu proses seleksi nasional, pengalaman Annisa di AEE 2026 telah menjadi bukti bahwa semangat, keberanian, dan kerja keras mampu membuka peluang besar, bahkan dari wilayah yang jauh dari pusat pendidikan. (tas)
