Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR berhasil meraih Juara I dalam ajang Virtual Trading Competition (VTC) UNAI 2026, sebuah kompetisi simulasi perdagangan saham yang menguji kemampuan analisis dan strategi investasi peserta.
Tim bertajuk The Chosen One yang terdiri dari Nurul Alfiandy, Muhammad Affan Wiragungsatya, dan Armand Dhiya Rayyan Saputra, mampu mengungguli para pesaing setelah melalui rangkaian seleksi ketat sejak akhir Maret hingga pertengahan April 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Advent Indonesia (GIBEI UNAI) dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Keberhasilan tim UNAIR tidak terlepas dari kemampuan mereka dalam mengaplikasikan teori manajemen keuangan secara komprehensif ke dalam praktik investasi. Ketua tim, Nurul Alfiandy, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan berfokus pada analisis teknikal berbasis data historis serta pengelolaan portofolio yang disiplin.
Menurutnya, pengambilan keputusan investasi dilakukan dengan mempertimbangkan pola pergerakan harga saham, termasuk penentuan titik masuk dan keluar yang optimal melalui analisis support dan resistance. Pendekatan ini didukung oleh pengolahan data statistik untuk meningkatkan akurasi prediksi pergerakan pasar.
Selain itu, tim juga mengadopsi strategi berbasis perilaku pasar atau market behavior, dengan memantau aktivitas investor besar sebagai indikator arah pergerakan harga. Pendekatan ini memungkinkan mereka mengidentifikasi momentum yang tepat untuk melakukan transaksi pada saham dengan likuiditas tinggi.
Dalam praktiknya, strategi tersebut tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi berbasis pada kalkulasi risiko dan peluang yang terukur. Hal ini menjadi pembeda utama dibandingkan pendekatan spekulatif yang kerap dilakukan oleh investor pemula.
Namun, perjalanan menuju kemenangan tidak berjalan mulus. Pada fase awal kompetisi, tim UNAIR sempat mengalami penurunan nilai portofolio hingga 10 persen akibat keputusan transaksi yang kurang optimal. Kondisi tersebut menjadi titik evaluasi penting dalam penerapan manajemen risiko.
Melalui penyesuaian strategi dan disiplin terhadap rencana investasi, tim berhasil membalikkan keadaan dalam waktu singkat. Pada periode 7 hingga 9 April 2026, portofolio mereka mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai pertumbuhan sekitar 30 persen, didorong oleh keputusan investasi yang lebih terukur dan berbasis data.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemahaman teoritis yang kuat, jika diimbangi dengan kemampuan analisis dan disiplin eksekusi, dapat menghasilkan performa optimal di pasar modal. Kompetisi yang menggunakan platform perdagangan digital POEMS ID dari Phillips Sekuritas tersebut juga menuntut transparansi dan integritas tinggi dari seluruh peserta.
Alfiandy menegaskan bahwa seluruh keputusan investasi tim dilakukan secara profesional tanpa praktik manipulatif. Ia juga berharap pengalaman yang dibagikan melalui presentasi publik dapat menjadi referensi bagi mahasiswa lain yang tertarik terjun ke dunia investasi.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi UNAIR sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mampu bersaing di dunia profesional. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih memahami pasar modal sebagai salah satu instrumen pengembangan ekonomi.
Dengan meningkatnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa, peluang lahirnya investor muda yang kompeten semakin terbuka. Hal ini dinilai penting dalam mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (tas)

