Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Mahasiswa Unair Raih Pendanaan Pertamina

Mahasiswa Unair Raih Pendanaan Pertamina

PERISTIWA redaksi27/02/2025 - 12:00 WIB

Universitas Airlangga (UNAIR) tak hentinya menorehkan prestasi membanggakan. Kali ini tim FLO-RETECH UNAIR berhasil memperoleh pendanaan dari Pertamina Foundation serta raih penghargaan infografis terbaik.

Tim FLO-RETECH terdiri dari 3 mahasiswa FPK yaitu Putri Salma Nabila, Siti Nur Aini, Candra Puspitasari dan 2 mahasiswa FTMM yaitu Aufar Mahran Alleani, dan Rizki Ramanda Putra. Mereka berhasil mengembangkan teknologi berbasis IoT yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta keberlanjutan ekosistem perikanan.

Proyek itu bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam penerapan teknologi bioflok di sektor perikanan. Proyek ini berhasil mendapatkan pendanaan yang dimulai dari bulan November 2024 dan masih berlangsung hingga Februari 2025

Ketua tim FLO-RETECH, Putri Salma Nabila menyampaikan bahwa FLO-RETECH adalah penggunaan alat yang dapat mendeteksi rasio C/N, pH DO, serta suhu secara real-time berbasis renewable energy. Alat itu didesain berbasis aplikasi ramah lingkungan dan dilengkapi dengan microcontroller serta energi terbarukan.

“Maka dengan adanya pemantauan yang efisien dan otomatis, alat ini dapat digunakan pembudidaya untuk menjaga kondisi optimal bagi pertumbuhan ikan dan kualitas air, mengurangi risiko kegagalan budidaya akibat fluktuasi rasio C/N. Selain itu, teknologi ini juga membantu mengurangi biaya operasional sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya,” ungkapnya.

Nabila menyampaikan bahwa proyek FLO-RETECH itu mendukung pencapaian target SDGs, terutama poin ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), poin ke-9 (industri, inovasi, dan infrastruktur) dan poin ke-14 (pelestarian dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan).

“Dengan teknologi ini, para pembudidaya dapat meningkatkan produktivitas mereka, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih layak dan stabil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Inovasi ini juga berkontribusi pada pengembangan infrastruktur dan teknologi berkelanjutan yang sejalan dengan tujuan global untuk membangun industri yang inklusif dan inovatif,” ungkapnya.

Menurut Nabila, pendekatan itu tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ikan secara signifikan tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dengan mengurangi dampak pencemaran perairan. Selain itu, penggunaan alat FLO-RETECH juga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh petambak dalam proses budidaya.

“Kami berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berdampak ekonomis bagi pembudidaya, tetapi juga memperhatikan aspek ekologis dan memberikan kebermanfaatan bagi pembudidaya. Selain itu kami juga mengupayakan untuk dapat menyebarluaskan penggunaan alat ini dalam praktik budidaya,” ujarnya. (ita)

Mahasiswa Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.