Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Meluruskan Persepsi Atas Obat Generik

Meluruskan Persepsi Atas Obat Generik

KESEHATAN redaksi23/12/2017 - 15:00 WIB

Pada peringatan Dies Natalis Fakultas Farmasi (FF) UI beberapa waktu lalu di Auditorium Rumpun Ilmu Kesehatan, Kampus UI Depok, diselenggarakan orasi ilmiah yang disampaikan Guru Besar Fakultas Farmasi UI, Prof Dr Yahdiana Harahap MS Apt.

Prof Diana menyampaikan orasi dengan tema “Peran Apoteker Dalam Penjaminan Mutu Obat Generik Melalui Studi Bioekivalensi Pada Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)”.

Dalam orasinya Prof Diana memaparkan, salah satu tenaga profesional kesehatan yang mempunyai peran penting dalam era JKN saat ini adalah apoteker.

Apoteker, di era JKN, dengan perannya sebagai verifikator resep sekaligus sebagai pemberi informasi obat tentunya harus bisa meyakinkan bahwa obat yang diberikan mempunyai mutu yang baik.

Seperti kita ketahui obat yang digunakan dalam program BPJS adalah obat generik. Ternyata, menurut Prof Diana, penggunaan obat generik dalam JKN menimbulkan masalah tersendiri.

Hal ini disebabkan karena selama ini ada persepsi di masyarakat bahwa obat generik merupakan obat murahan yang kurang khasiatnya dan biasa diberikan kepada pasien kurang mampu.

Menurut Prof Diana, pernyataan dan rumor tersebut sama sekali tidak benar. Disinilah apoteker berperan untuk memberi penjelasan kepada masyarakat tentang obat paten, obat generik bermerek, dan obat generik.

Obat Paten (innovator/originator) adalah obat dengan zat aktif yang pertama kali ditemukan (new chemical entity = NCE) oleh industri. Obat ini dilindungi oleh hak paten sampai masa patennya habis (expired).

Obat generik adalah obat paten yang telah habis masa patennya (off paten). Obat ini mempunyai Active Pharmaceutical Ingredients (API) yang sama dengan obat paten, namun semua perusahaan farmasi dapat memproduksinya tanpa harus membayar royalti.

Ada dua jenis obat generik yaitu generik bermerek (OGM) yang lebih umum disebut obat bermerek dan obat generik berlogo (OGB) yang lebih umum disebut obat generik saja.

Meski harga obat generik lebih murah, namun sebenarnya kualitasnya sama dengan obat generik bermerek dan obat paten. Obat generik lebih murah karena tidak perlu lagi melakukan riset yang mendalam.

Menurut Prof Diana, agar masyarakat dapat benar-benar yakin akan kualitas obat generik, kegiatan uji bioekivalensi (BE) perlu dilakukan.

Uji BE adalah kegiatan uji laboratorium yang membandingkan dua produk obat. Dua produk obat disebut bioekivalen jika keduanya mempunyai ekivalensi farmasetik pada pemberian dosis molar yang sama, sehingga efeknya akan sama terhadap pasien.

Obat uji (generik) yang digunakan dalam uji BE untuk tujuan registrasi harus identik dengan obat yang akan dipasarkan.

“Apabila obat generik sudah memenuhi kriteria Uji Bioekivalensi maka bisa diasumsikan bahwa obat generik tersebut mempunyai khasiat, mutu, dan keamanan yang sama dengan obat innovator,” ujar Prof Diana.

Oleh karena itu seharusnya tidak ada lagi keraguan bagi pasien, masyarakat, dokter, dan tenaga profesional kesehatan lainnya termasuk Apoteker untuk menggunakan obat generik. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.