Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Merawat Ingatan Lewat Sastra, Alumnus UNAIR Angkat Kisah Etnis Tionghoa ke Panggung Internasional

Merawat Ingatan Lewat Sastra, Alumnus UNAIR Angkat Kisah Etnis Tionghoa ke Panggung Internasional

PERISTIWA Tiara AS01/01/2026 - 14:55 WIB
Alumnus UNAIR Alberta Natasia Adji menembus pasar internasional lewat novel The Longing yang mengangkat kisah perempuan etnis Tionghoa lintas generasi.

Bermula dari kegemaran membaca sejak usia dini, alumnus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Alberta Natasia Adji, berhasil menorehkan prestasi di kancah sastra internasional. Novel terbarunya berjudul The Longing resmi terbit melalui penerbit global Penguin Random House SEA dan menembus pasar buku internasional.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kepenulisan Natasia, yang selama ini dikenal konsisten mengangkat isu identitas, ingatan kolektif, dan pengalaman kelompok minoritas melalui medium sastra.

Kegemaran Sastra Sejak Dini

Natasia mengungkapkan bahwa kecintaannya pada dunia sastra berakar dari lingkungan keluarga. Sejak kecil, orang tuanya telah menanamkan kebiasaan membaca sebagai sarana memperluas wawasan dan imajinasi.

“Ibu saya sangat suka membaca dan menekankan pentingnya kemampuan membaca dan menulis sejak saya dan adik masih kecil. Beliau tidak pernah membatasi genre bacaan dan sering membelikan buku cerita seperti The Tale of Peter Rabbit karya Beatrix Potter,” tutur Natasia.

Seiring bertambahnya usia, ragam bacaan Natasia semakin luas, mulai dari sastra populer hingga karya-karya klasik. Ketertarikan tersebut semakin terasah saat ia menempuh pendidikan S1 Bahasa dan Sastra Inggris serta S2 Kajian Sastra dan Budaya di UNAIR.

“Saya menikmati hampir semua buku yang saya baca karena setiap karya membawa saya ke era, tempat, dan kehidupan karakter yang berbeda,” ungkapnya.

Dari Kampus ke Dunia Kepengarangan

Ketertarikan Natasia pada sastra tidak berhenti pada aktivitas membaca. Ia mulai menyalurkan minatnya melalui dunia kepenulisan dengan menerbitkan dua novel berbahasa Indonesia, Youth Adagio (2013) dan Dante: The Faery and the Wizard (2014). Konsistensi tersebut berlanjut hingga peluncuran The Longing pada Agustus 2025.

Novel The Longing mengisahkan perjalanan tiga perempuan keturunan Tionghoa yang hidup di tiga era berbeda, mulai dari masa Soekarno, Orde Baru, hingga Reformasi. Ketiganya dihadapkan pada stereotip dan keterbatasan yang bersumber dari identitas etnis, gender, agama, serta kondisi sosial ekonomi.

Merawat Ingatan Keluarga dan Sejarah

Natasia mengungkap bahwa proses penulisan The Longing tidak terlepas dari kisah hidup keluarganya sendiri. Saat menjalani proses penulisan serius di Perth, Australia Barat, terutama di masa pandemi COVID-19, ia kerap menggali ingatan keluarga melalui percakapan jarak jauh dengan sang ibu di Surabaya.

“Saya sering menelepon ibu untuk menggali cerita tentang mendiang nenek saya, pengalaman ibu saya, dan potongan masa kecil saya yang sudah mulai kabur,” ujarnya.

Ia menambahkan, bekal akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FIB UNAIR sangat berperan dalam memperkaya perspektif dan kedalaman narasi. Kajian sastra dan sejarah Tionghoa Indonesia yang dipelajarinya menjadi fondasi penting dalam membangun latar cerita The Longing. Pengalaman studi lanjut di Edith Cowan University (ECU), Australia Barat, turut memperluas aksesnya terhadap sumber akademik internasional.

Pesan untuk Generasi Muda

Di tengah ketatnya persaingan industri penerbitan, Natasia menilai konsistensi dan pemahaman terhadap proses kreatif menjadi kunci utama bagi seorang penulis. Ia pun berpesan kepada generasi muda yang bercita-cita menekuni dunia sastra agar tidak mudah menyerah.

“Perbanyak membaca, menulis, dan mengamati sekitar. Tetap konsisten dan pahami genre yang ingin kalian tulis. Tidak perlu terlalu terpaku pada tren, karena saat buku terbit, tren bisa saja sudah berubah,” pungkasnya.

Melalui The Longing, Natasia tidak hanya menghadirkan karya sastra, tetapi juga merawat ingatan kolektif tentang pengalaman etnis Tionghoa di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa karya alumnus UNAIR mampu bersaing dan diapresiasi di panggung sastra internasional. (tas)

Alberta Natasia Adji alumnus UNAIR FIB Unair novel The Longing Penguin Random House SEA penulis Indonesia internasional sastra Tionghoa Indonesia
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.