Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar program Mudik Gratis Angkutan Lebaran 1447 Hijriah dengan memberangkatkan ribuan warga menuju berbagai daerah di Jawa Timur. Sebanyak 4.000 pemudik diberangkatkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari halaman Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Kamis pagi.
Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain memfasilitasi perjalanan pulang kampung, kebijakan ini juga bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan potensi kecelakaan, khususnya yang melibatkan kendaraan roda dua.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa mudik tidak sekadar aktivitas perjalanan, melainkan momen penting untuk mempererat hubungan keluarga dan menjaga nilai kebersamaan. Ia berharap seluruh peserta dapat menikmati perjalanan dengan aman hingga sampai di tujuan.
Tahun ini, program mudik gratis difasilitasi melalui berbagai moda transportasi, termasuk bus, kapal laut, serta pengangkutan sepeda motor menggunakan truk. Untuk moda bus, Pemprov Jatim menyediakan 100 unit armada yang melayani 20 rute tujuan di dalam provinsi. Setiap bus mengangkut sekitar 40 penumpang.
Sebelumnya, sebanyak 2.230 warga Jawa Timur yang berada di Jakarta juga telah difasilitasi mudik menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP). Sementara itu, layanan transportasi laut yang telah dilaksanakan sebelumnya juga mengangkut sekitar 3.000 penumpang. Dengan demikian, total peserta mudik gratis yang difasilitasi tahun ini mencapai lebih dari 9.000 orang.
Sebagai inovasi, seluruh armada bus dalam program ini telah dilengkapi dengan perangkat Global Positioning System (GPS) yang terintegrasi dengan aplikasi Transjatim Ajaib. Teknologi ini memungkinkan keluarga pemudik memantau posisi perjalanan secara real time, sehingga memberikan rasa aman dan kepastian informasi.
Selain fokus pada keselamatan, Pemprov Jatim juga menunjukkan komitmen dalam peningkatan infrastruktur transportasi. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inisiasi pembangunan palang pintu dan pos jaga perlintasan kereta api terbanyak.
Gubernur Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesiapan selama perjalanan dengan menerapkan prinsip 4S, yakni kesiapan kendaraan, pengemudi, aturan, dan doa. Ia berharap seluruh pihak, termasuk pengemudi dan kru, dapat mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menjadi solusi strategis dalam menciptakan arus mudik yang lebih tertib, aman, dan terorganisir di Jawa Timur. (tas)

