Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Nyeri Haid Potensi Endometriosis

Nyeri Haid Potensi Endometriosis

KESEHATAN redaksi09/11/2017 - 10:00 WIB

Nyeri haid merupakan gejala menstruasi yang lumrah dialami oleh setiap perempuan. Namun sudah sepatutnya dicurigai apabila nyeri haid dirasa begitu menyiksa.

Nyeri haid yang dirasa ‘tidak wajar’ seringkali dianggap biasa oleh masyarakat pada umumnya. Padahal, bermula dari gejala nyeri haid sebagian besar didiagnosa sebagai endometriosis.

Ketua Departemen Obstetri & Ginekologi FK Unair-RSUD Dr Soetomo Dr H Hendy Hendarto dr SpOG(K) mengatakan, kasus Endometriosis di Surabaya terbilang cukup tinggi. Sebagian besar dari mereka, datang untuk berobat dalam kondisi akut.

Endometriosis terjadi karena darah haid mengalir kembali (regurgitasi) melalui saluran tuba kemudian menempel pada organ kandungan di bagian panggul.

“Hampir 80 persen wanita mengalami regurgitasi haid. Darah haid tetap keluar tapi ternyata di dalamnya darah mengalir masuk,” ungkapnya.

Penumpukkan darah di organ kandungan ini perlahan-lahan mengakibatkan terjadinya inflamasi atau peradangan yang cukup tinggi. Kondisi ini mengakibatkan nyeri haid berlebihan hingga akhirnya menganggu kesuburan.

Endometriosis ditandai dengan dua keluhan, yaitu nyeri haid berlebihan dan infertilitas. “Ketika nyeri haid tidak mempan dengan obat pereda nyeri, maka patut dicurigai,” ungkapnya.

Hendy mengungkapkan, pasien kerap memeriksakan keluhan nyeri haid karena tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi obat pereda nyeri sebelumnya. Malah, kondisinya semakin parah. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata sudah mengalami endometrosiosis stadium tiga hingga empat.

“Endometrosis bisa berpotensi menjadi kista, kalau sudah jadi kista maka sudah masuk grade IV atau berat. Untuk itu penanganannya lebih kompleks. harus diobati dulu, kemudian operasi. Pasca operasi juga masih harus didampingi pengobatannya,” jelasnya.

Hendy telah menangani banyak kasus pasien yang datang berobat ke klinik fertilitas. Umumnya mereka kesulitan memiliki keturunan setelah bertahun-tahun menikah. Setelah dilakukan pemeriksaan laparoskopi, hasilnya 50 persen lebih didiagnosa mengalami endometriosis.

“Pengobatan endometriosis ternyata tidak mudah. Pasien diberi obat-obatan anti nyeri, namun tingkat kekambuhannya tinggi. Jika kondisi parah maka harus operasi. Itu saja masih beresiko kambuh. Resikonya sulit hamil, dan masih mengupayakan bayi tabung,” ungkapnya.

Untuk memperdalam kasus tersebut, Tim dokter Departemen Obstetri & Ginekologi FK Unair-RSUD Dr.Soetomo telah banyak melakukan riset.

Hingga kini, belum diketahui pasti seperti apa mekanisme endometriosis sehingga menyebabkan nyeri dan infertilitas. “Masih banyak diperdebatkan dan masih banyak peluang untuk meneliti hal itu,” ungkapnya.

Di luar negeri, diagnosa kasus tersebut terbilang lambat. Sebuah data menyebutkan bahwa diagnosa ketepatan endometriosis di beberapa negara di Eropa mencapai waktu hingga 11 tahun.

“Pasien baru dipastikan endometriosis 11 tahun kemudian setelah dilakukan pemeriksaan melalui operasi. Itu di luar negeri, bagaimana Indonesia?,” ungkanya.

Tak dipungkiri, endomitrosis adalah kasus yang kronis dan memerlukan waktu yang cukup panjang untuk memastikan diagnosa penyakit tersebut. Hal ini menyebabkan keterlambatan diagnosis. Sehingga ada banyak hal yang perlu diperbaiki untuk menjawab berbagai tantangan dalam penganan kasus tersebut.

Deteksi dini paling mudah adalah mewaspadai bila mengalami nyeri haid berlebihan, nyeri haid semakin parah setelah tidak mempan mengonsumsi obat pereda nyeri. Bila kondisi ini terus berlanjut, maka segera periksakan ke dokter.

“Gejala penyakit ini sulit dikenali, karena bersamaan dengan siklus haid. Untuk itu perlu waspada. Karena wanita dengan nyeri haid 80 persen didiagnosa endometriosis, dan separuhnya mengalami ketidaksuburan,” ungkapnya.

Untuk memastikan diagnosis, maka perlu melakukan pemeriksaan laparoskopi, karena pemeriksaan endometriosis cukup konkret. Dalam kasus ringan grade 1 maupun 2, diagnosa seringkali tidak menunjukkan gambaran diagnosa.

Mengingat, pada level ringan tidak terlihat adanya penampakkan yang patut dicurigai. “Dengan pemeriksaan USG saja masih tidak terlihat apa-apa. Baru bisa didiagnosa kalau sudah muncul kista,” ungkapnya. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Protein Hewani Jadi Fokus Edukasi FKH dan FKM UNAIR untuk Cegah Stunting

09/07/2026 - 16:21 WIB

Cegah Stunting, FKH dan FK UNAIR Edukasi Ibu Hamil di Bojonegoro tentang Pentingnya Nutrisi Optimal

09/07/2026 - 16:10 WIB

Stunting Bojonegoro Jadi Fokus Kolaborasi FKH UNAIR dan Pemkab melalui Edukasi Protein Hewani

09/07/2026 - 16:03 WIB

Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:47 WIB

FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro

07/07/2026 - 19:39 WIB

FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:32 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.