Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur ke depan akan terus fokus pada upaya menekan keberadaan investasi bodong yang beberapa tahun terakhir marak terjadi.
Bambang Mukti Riyadi, Kepala OJK Regional 4 Jatim yang baru melakukan serah terima jabatan menggantikan Heru Cahyono mengatakan, industri keuangan bank maupun non bank ke depan memiliki tantangan yang semakin beragam, salah satunya investasi ilegal atau bodong yang cukup banyak memakan korban.
OJK ke depan akan meneruskan program kebijakan yang sebelumnya sudah dilakukan. PR kami salah satunya adalah invetasi bodong yang marak, sehingga strategi kami adalah pada upaya literasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya dalam rilis, Kamis (30/1/).
Dia mengakui, bukan hanya di Jawa Timur tetapi seluruh Indonesia bahwa sebuah investasi yang memberikan return tinggi bisa membuat masyarakat tergiur.
Namun begitu, yang perlu dipahami masyarakat adalah semakin tinggi returnnya, maka semakin tinggi juga risiko investasi tersebut. “Pendekatan literasi yang seperti ini yang akan kami komunikasi terus kepada masyarakat ” imbuhnya.
Bambang menambahkan, OJK bersama berbagai instansi terkait seperti kepolisian pun telah memiliki tim kerja Satgas Wasapda Investasi (SWI) Jatim untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktik investasi ilegal yang meresahkan masyarakat.
Adapun sepanjang 2019, OJK Regional 4 Jatim telah melakukan upaya yang masif dan berkesinambungan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat Jatim, yakni melaksanakan 194 kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
Menginisiasi Program Si-Pinter Keuangan (Sentra Informasi Pelatihan dan Inklusi Literasi Keuangan) dengan dukungan beberapa universitas di Jatim, serta penerbitan Seri Buku Edukasi Keuangan Syariah.
Sedangkan upaya peningkatan inklusi keuangan selama 2019 di Jatim dilakukan antara lain melalui program business matching TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) untuk UMKM, mendorong pendirian 15 Bank Wakaf Mikro (BWM) dan perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif. (jnr)

