Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Pakar FK UNAIR Ingatkan Risiko Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan

Pakar FK UNAIR Ingatkan Risiko Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan

PERISTIWA Ita Nasyi’ah15/05/2026 - 10:50 WIB
Pakar mikrobiologi klinik FK UNAIR Dr Agung Dwi Wahyu Widodo menjelaskan pentingnya pengendalian rodensia untuk mencegah penularan Hantavirus.

Meningkatnya perhatian dunia terhadap kasus Hantavirus mendorong para pakar kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat. Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) turut memberikan edukasi terkait karakteristik virus, pola penularan, hingga langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat.

Pakar mikrobiologi klinik FK UNAIR sekaligus pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PERDALIN) Surabaya, Dr Agung Dwi Wahyu Widodo dr MSi SpMK(K), menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan virus RNA yang ditularkan melalui rodensia atau hewan pengerat, terutama tikus liar.

Menurutnya, penularan pada manusia umumnya terjadi melalui inhalasi partikel udara yang terkontaminasi urin, feses, maupun saliva tikus yang telah terinfeksi virus.

“Hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai karena penularannya berkaitan erat dengan kondisi lingkungan dan keberadaan tikus,” ujar Dr Agung dalam materi edukasi kesehatan yang disampaikan di Surabaya, Rabu (14/5/2026).

Ia menjelaskan, Hantavirus dapat memicu dua manifestasi klinis utama yang berpotensi fatal. Pertama adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni gangguan ginjal yang disertai gejala demam berdarah. Kedua adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yaitu gangguan serius pada sistem pernapasan dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Dr Agung menyebut gejala awal infeksi Hantavirus umumnya menyerupai penyakit infeksi lain, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga kelelahan. Namun pada kondisi tertentu, pasien dapat mengalami penurunan kondisi secara cepat disertai gangguan pernapasan atau penurunan fungsi ginjal.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama apabila memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang banyak terdapat aktivitas tikus.

“Meskipun penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan, khususnya dengan menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Dalam upaya pencegahan, Dr Agung menekankan pentingnya pengendalian rodensia secara konsisten. Ia menjelaskan bahwa langkah paling mendasar adalah mencegah tikus masuk ke area rumah maupun fasilitas umum dengan menutup celah dan menjaga sanitasi lingkungan.

Selain itu, ia menyarankan masyarakat rutin melakukan inspeksi terhadap area yang berpotensi menjadi sarang tikus, termasuk gudang, saluran air, dan tempat penyimpanan barang yang jarang dibersihkan.

Menurutnya, area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus juga perlu dibersihkan menggunakan disinfektan sesuai standar kesehatan. Penggunaan cairan berbasis klorin atau disinfektan rumah tangga dinilai dapat membantu menurunkan risiko penularan virus.

“Lingkungan yang bersih menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Dr Agung juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan maupun masyarakat yang melakukan pembersihan di area berisiko tinggi. Penggunaan masker dan sarung tangan dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan partikel yang terkontaminasi.

Ia turut menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya paparan debu atau kotoran tikus, terutama di lingkungan padat penduduk dan area dengan sanitasi kurang baik.

FK UNAIR, lanjutnya, terus mendorong penguatan surveilans dan pelaporan dini apabila ditemukan kasus dengan gejala yang mengarah pada infeksi Hantavirus. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini penyakit menular dan peningkatan kewaspadaan masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada dan memahami langkah-langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya.

Dr Agung juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, sesak napas, atau gejala lain setelah beraktivitas di area yang banyak terdapat tikus.

Menurutnya, penanganan medis yang cepat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko komplikasi akibat infeksi Hantavirus.

“Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit ini,” pungkasnya. (ita) 

FK Unair hantavirus HFRS HPS kesehatan masyarakat pengendalian tikus penyakit zoonosis
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.