Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Pameran Lukisan Pemberi Spirit

Pameran Lukisan Pemberi Spirit

SENI BUDAYA redaksi28/09/2017 - 10:00 WIB

Pameran Seni Rupa Jawa Timur 2017 diharapkan dapat memberikan spirit untuk meningkatkan, memperluas, dan merangsang pemahaman sebagai ruang proses belajar kepada perupa maupun penikmat seni rupa di Indonesia khususnya di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Jarianto saat membuka Pameran Seni Rupa di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) Surabaya, Selasa (26/9) malam mengatakan, pameran seni rupa bertajuk ‘Senyawa Warna’ yang berlangsung mulai 26-30 September merupakan bentuk apresiasi terhadap perkembangan seni rupa di Indonesia yang telah mengalami banyak kemajuan.

Jarianta mengatakan, dengan pameran ini akan berdampak tumbuhnya seniman muda produktif sebagai regenerasi perupa yang mampu memberikan penyegaran dan selalu berkembang mencari jati diri kesenirupaan asli Indonesia.

Seorang bisa terkenal dan dikenal karena karyanya dilihat dan diapresiasi orang lain. Oleh sebab itu kunci kesuksesan perupa atau pelukis adalah diorator.

Selain itu, adanya galeri-galeri di Indonesia yang semakin banyak memberikan peluang bagi para seniman untuk berinteraksi dengan masyarakat secara luas. Khususnya masyarakat pecinta seni lewat karya yang diwujudkannya serta peranan kolektor, art dealer, dan para pecinta seni sebagai pendukung tumbuhnya seni rupa di Indonesia.

Ia berharap, galeri taman budaya bisa menjadi tempat berjualan para seniman lukis dan menjadi lahan untuk mensejahterakan para seniman, karena karya yang ditampilkan di pameran ini eksklusif dan berkualitas.

Dengan gelar pamer ini kelak Jawa Timur bisa menjadi barometer seniman lukis selain kesenian budaya lainnya yang telah terkenal.

Pesannya kepada pelukis dan perupa dan masyarakat, hargailah karya-karya anak bangsa dengan baik jangan sebaliknya.

Jaga kualitas hasil karya seni lukis dan perupa agar para penikmat seni bisa menghargai dengan membeli dengan harga yang mahal sesuai dengan keindahan lukisannya. Dengan harga yang mahal akan bisa menghidupi dan mensejahterakan para seniman lukis dan perupa.

Sebanyak 20 karya seniman lukis Jawa Timur menampilkan karyanya di Galeri Prabangkara UPT Taman Budaya Jawa Timur. Diantaranya Andi Sulistiono mengusung lukisannya “Pemain Sirkus” dan “Bermain Burung”, Andy Miswandi dengan karyanya berjudul “Go Green”, Andrie Corot menorehkan pesona mistis wanita dalam “Dyah Gitarja” dan Edy Sanjaya membalut keteguhan sosok tua dalam “Mencari Siapa Aku,..?” dan “Jogo Wibowo (Jowo)”.

Selain itu, masih banyak pelukis kenamaan lain yang turut serta menampilkan karya terbaiknya. Seperti Heru Kuntoyo, Budiamin, Hadi Masoed, Garda Gardian, Budiyono, Chairil Alwan, Indah Sari, Kris Aji, Lukman Gimen, M Medik, Saiful Yatim, Sigit Purnomo, Susilowati, Tatang Mohamad Toha, Triyoso Yusuf, dan Yudi Hariyanto. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.