Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengintensifkan langkah pengendalian harga pangan melalui program pasar murah. Hingga awal April 2026, kegiatan ini telah mencapai pelaksanaan ke-59, dengan lokasi terbaru di Desa Sedatiagung, Kabupaten Sidoarjo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa intervensi pasar menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama di tengah dinamika global yang berdampak pada rantai pasok dan harga komoditas pangan. Ia menilai kehadiran pasar murah memberikan akses langsung bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Dalam pelaksanaan di Sidoarjo, berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar. Beras premium dipasarkan seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter. Selain itu, tersedia pula telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti bawang putih dijual Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan. Harga yang lebih rendah tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Khofifah menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menekan lonjakan harga, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional sehingga stabilitas distribusi harus terus dijaga.
Ia juga memastikan bahwa kondisi stok pangan di wilayah Jawa Timur relatif aman. Pemerintah daerah terus memperkuat distribusi agar tidak terjadi kesenjangan harga antarwilayah yang berpotensi memicu inflasi.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Peran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai krusial dalam menciptakan sistem pangan yang stabil dan berkelanjutan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara rasional dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan ketersediaan stok yang terjaga, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasar.
Melalui program pasar murah yang terus digelar secara konsisten, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi daerah di tengah tekanan global yang masih berlangsung. (tas)

