Pelayanan Jemaah Haji Sudah Siap
KOMUNITAS PERISTIWA

Pelayanan Jemaah Haji Sudah Siap

Sejak Rabu (18/05), Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama jajarannya meninjau persiapan layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Menag mengecek kualitas layanan yang akan diberikan kepada jemaah haji Indonesia selama berada di Mekah maupun Madinah. Layanan itu mencakup akomodasi, katering, dan transportasi.

Pada kesempatan itu, Menag mencoba sejumlah sarana prasarana yang tersedia di hotel, termasuk mengemudikan salah satu bus antarkota yang akan menjadi sarana transportasi jemaah haji Indonesia.

Dua hotel di wilayah Mekah disambangi Menag dan rombongan. Pertama adalah Hotel Al Khulafaa-3 yang berada di daerah Syisyah dengan kapasitas 800 jemaah. Kedua, Hotel Tharawat Al-Rawda di daerah Raudhah 1 dengan kapasitas 499 jemaah.

“Saya mencoba lift hotel, memastikan berfungsi dengan baik, meski dalam dua tahun jarang dipakai. Kamar mandi, mesin cuci, dan ketersediaan air minum di setiap lantai juga dicek, termasuk fasilitas tempat salat dan tempat makan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Menteri itu di Mekah, Kamis (19/05).

Kepada pihak hotel, Menag meminta agar senantiasa menjaga kebersihan hotel serta memperhatikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji. Mengingat durasi jemaah haji tinggal pada hotel di Mekah sampai 25 hari.

Selain hotel, Menag meninjau layanan transportasi di Terminal Ajyad. Lokasi terminal ini melayani rute Misfalah-Jiyad. Di lokasi itu, Gus Yaqut mengecek kesiapan bus antarkota dan bus salawat. Bahkan, ia mencoba mengemudikan salah satu bus antarkota.

Ketika melihat kesiapan layanan katering di Dapur Al Jauhara di wilayah Mekah dan Nooha Catering Service di Madinah, Gus Menteri, memastikan kepada pengelola agar memerhatikan kapasitas dapur, sanitasi, sarana memasak yang digunakan, serta proses penyimpanan bahan makanan.

Menurut Menag, ada 13 perusahaan di Madinah yang dikontrak untuk memberikan pelayanan katering kepada jemaah haji Indonesia. Di Kota Nabi ini, jemaah Indonesia akan mendapatkan layanan konsumsi paling banyak 27 kali dalam rentang sembilan hari. Selama di Madinah, mereka akan menjalani ibadah Arbain (salat berjamaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu).

Layanan Kesehatan
Selain dapur katering, Menag juga meninjau kesiapan Layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. KKHI terakhir digunakan pada musim haji tahun 2019 dan sekarang sudah diaktifkan lagi dengan memperbaiki beberapa fasilitas yang ada.

“Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan,” tutur Menag Yaqut.

KKHI di Madinah dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), rawat inap, serta sarana penunjang lain, misalnya laboratorium, radioaktif, dan USG.

Tenaga medis yang akan melayani jamaah, antara lain terdiri atas dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anestesi, spesialis THT, dan spesialis kesehatan jiwa.

Pihak Kemenag menyarankan kepada jemaah haji Indonesia untuk disiplin dalam menjaga kondisi fisik. Salah satunya adalah dengan memperbanyak minum serta makan yang cukup.

Sebab, menurut prakiraan Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi, musim haji tahun ini berlangsung dalam cuaca yang sangat panas. Suhu di Makkah dan Madinah diperkirakan bisa mencapai 49 derajat celcius pada siang hari.

Melunasi Bipih

Sampai batas akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1443H/2022 M pada Jumat (20/05) sudah ada 89.715 jemaah yang telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan.

“Sampai penutupan, 89.715 jemaah telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. Artinya, sudah 97,26% dari kuota jemaah haji reguler yang berjumlah 92.246,” ujar Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (21/05).

Jumlah tersebut belum termasuk kuota Petugas Haji Daerah dan pembimbing yang berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Proses pelunasan dan konfirmasi keberangkatan bagi jemaah haji 1443 H/2022 M dibuka selama dua pekan, 9–20 Mei 2022. Dalam waktu yang bersamaan, pihak Kemenag juga telah memberi kesempatan bagi jemaah untuk melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan dengan status cadangan.

Total ada 12.294 jemaah dengan status cadangan telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. Konfirmasi keberangkatan harus dilakukan oleh jemaah yang sudah melunasi Bipih 1441 H/2020 M.

Penyelengaraan ibadah haji tahun ini sempat tertunda dua tahun. Dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat, Kerajaan Arab Saudi akhirnya membuka kembali penyelenggaraan haji di Tanah Suci.

Kendati jumlah kuota jemaah yang diperbolehkan masih di bawah jumlah kuota musim haji 2019. Kali ini sebanyak 100.051 jemaah haji asal Indonesia akan diberangkatkan dalam 241 penerbangan dari 13 Embarkasi Haji.

Sesditjen PHU Kemenag, Ahmad Abdullah mengatakan bahwa jemaah haji diberangkat dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 4 Juni 2022 sampai 18 Juni 2022 dan gelombang kedua mulai 9 Juni hingga 3 Juli 2022. Mereka dari bandara tanah air langsung menuju ke Bandara AMMA Madinah.

Adapun untuk pemulangan pertama dimulai pada 15 Juli sampai 29 Juli 2022, jemaah haji dipulangkan dari Bandara KAIA Jeddah menuju Indonesia. Gelombang kedua akan dipulangkan mulai 30 Juli–13 Agustus 2022 dari Bandara AMMA Madinah.

Pada jemaah haji Indonesia menggunakan dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. (indonesia.go.id)