Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat identitas kota berbasis seni dan budaya dengan mengaktifkan ruang publik sebagai panggung ekspresi kreatif. Melalui Surat Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/185/436.1.2/2025, pemkot menetapkan 14 ruang publik sebagai lokasi resmi tampilan seni bagi para seniman.
Plt Kepala Disbudporapar Surabaya, Heri Purwadi, menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan menciptakan ruang interaksi yang hidup antara seniman, warga, dan wisatawan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi kreatif di ruang terbuka.
“Kami ingin ruang publik menjadi tempat yang hidup, bukan hanya untuk bersantai, tetapi juga sebagai wadah kreativitas dan pertunjukan seni yang bisa dinikmati semua kalangan,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Ke-14 ruang publik tersebut tersebar di berbagai kawasan strategis kota, mulai dari Taman Surya Balai Kota, Balai Pemuda, Taman Bungkul, Kawasan Tunjungan, hingga kawasan wisata seperti Taman Hiburan Pantai Kenjeran, Adventure Land Romokalisari, dan Kebun Raya Mangrove. Selain itu, kawasan bersejarah seperti Tugu Pahlawan dan Kya-Kya Kembang Jepun juga masuk dalam daftar.
Beragam jenis seni tampil di ruang-ruang tersebut, antara lain musik akustik, angklung, reog, jaranan, hingga hiburan elektone. Kawasan Balai Kota, Tunjungan, dan Balai Pemuda menjadi titik paling diminati karena berada di pusat keramaian dan memiliki jumlah pengunjung tinggi.
“Pengunjung ramai, seniman juga merasakan dampak ekonomi secara langsung. Ini menunjukkan bahwa seni bisa menjadi penggerak ekonomi,” kata Heri.
Pertunjukan seni tradisional di lokasi seperti Taman Bungkul, Tugu Pahlawan, dan THP Kenjeran juga terbukti mampu menarik minat masyarakat. Selain memperkaya pengalaman wisata, aktivitas tersebut turut meningkatkan PAD dari sektor parkir dan kunjungan kawasan.
Namun demikian, Heri mengakui masih ada beberapa ruang publik yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Taman Sejarah baru aktif saat peringatan Hari Pahlawan 2025, sementara eks Hi-Tech Mall dan Kebun Raya Mangrove Gununganyar masih membutuhkan pengembangan konsep agar lebih optimal.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat konsep dan evaluasi agar seluruh ruang publik bisa menjadi panggung seni yang aktif dan merata di seluruh wilayah kota,” tutupnya. (tas)
