Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Pemkot Surabaya Kejar Tuntas DTSEN, 181.867 KK Diminta Segera Lakukan Konfirmasi Mandiri

Pemkot Surabaya Kejar Tuntas DTSEN, 181.867 KK Diminta Segera Lakukan Konfirmasi Mandiri

PERISTIWA Tiara AS20/02/2026 - 09:37 WIB
Pemkot Surabaya minta 181.867 KK segera konfirmasi mandiri DTSEN via website sebelum 31 Maret 2026 agar NIK tidak dinonaktifkan.

Pemerintah Kota Surabaya mempercepat penyelesaian Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan meminta 181.867 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 506.678 jiwa segera melakukan konfirmasi mandiri. Data tersebut tercatat belum terverifikasi karena tidak ditemukan saat proses survei lapangan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa pendataan telah berlangsung sejak Oktober 2025 dengan melibatkan sekitar 5.000 aparatur sipil negara (ASN) sebagai surveyor. Namun, sekitar 17 persen warga belum terdata akibat berbagai kendala, mulai dari perpindahan domisili hingga penolakan di sejumlah kawasan perumahan.

“Kami mengimbau warga yang belum ditemui petugas untuk segera melakukan konfirmasi melalui laman resmi Pemkot. Data yang akurat sangat penting untuk perencanaan pembangunan dan ketepatan sasaran bantuan sosial,” ujarnya dalam konferensi pers di Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Warga yang merasa belum disurvei diminta melakukan konfirmasi sebelum 31 Maret 2026 melalui website resmi Pemkot Surabaya atau datang langsung ke kantor kelurahan setempat. Proses daring dilakukan dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, dan alamat domisili terkini.

Eddy menegaskan, setelah data diisi, tim surveyor akan melakukan verifikasi ulang maksimal satu minggu dengan menghubungi nomor telepon yang didaftarkan. Ia juga mengingatkan, warga yang tidak melakukan konfirmasi hingga batas waktu berisiko mengalami penonaktifan sementara NIK.

“Jika NIK dinonaktifkan sementara, warga tidak dapat mengakses layanan publik seperti perizinan maupun layanan perbankan sampai proses verifikasi selesai,” tegasnya.

Terkait perlindungan data pribadi, Pemkot memastikan seluruh informasi warga dijaga sesuai ketentuan perundang-undangan. Data yang ditampilkan di laman publik hanya berupa inisial dan keterangan umum wilayah untuk mencegah penyalahgunaan.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menyebut DTSEN akan menjadi satu-satunya rujukan penyaluran bantuan pemerintah, baik dari kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

“Kota Surabaya menjadi pilot project nasional dalam pemutakhiran data sosial ekonomi secara dinamis,” ujarnya.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengapresiasi langkah digitalisasi tersebut namun meminta validasi berjalan cepat agar tidak menghambat pelayanan publik, terutama layanan kesehatan darurat.

Pemkot berharap partisipasi aktif warga dapat mempercepat finalisasi DTSEN sehingga program bantuan dan intervensi sosial di Surabaya semakin tepat sasaran. (tas)

bps surabaya Dispendukcapil Surabaya DTSEN Surabaya konfirmasi mandiri NIK pendataan sosial ekonomi surabaya.go.id
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.