Pemerintah Kota Surabaya menerima bantuan 2.000 paket sembako dari Yayasan Bhakti Persatuan bersama Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT) Jawa Timur, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, dan Apindo Jawa Timur, Jumat (27/2/2026). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di Balai Kota Surabaya.
Bantuan ini diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan warga prasejahtera dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Pemkot Surabaya memastikan paket sembako akan disalurkan kepada masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga 5, dengan prioritas utama bagi kelompok paling rentan.
Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kontribusi konsisten dari yayasan dan para pelaku usaha yang terlibat. Ia menilai kolaborasi lintas komunitas tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan toleransi di Kota Pahlawan. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dan komunitas menjadi elemen penting dalam memperkuat program perlindungan sosial pemerintah daerah.
Ia juga menegaskan bahwa pendistribusian bantuan akan dilakukan secara selektif agar tidak terjadi tumpang tindih penerima. Proses verifikasi data tengah diselesaikan sehingga dalam dua hingga tiga hari ke depan paket sembako dapat segera diterima oleh warga yang berhak.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Bhakti Persatuan, Hermawan Santoso, menyatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan agenda rutin tahunan. Pihaknya mempercayakan sepenuhnya proses distribusi kepada Pemkot Surabaya agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama menjelang Idulfitri ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, minyak goreng 1 kilogram, garam 500 gram, kopi, mi instan, sabun, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran keluarga prasejahtera selama Ramadan.
Selain disalurkan melalui Pemkot Surabaya, total sekitar 10.000 paket sembako tahun ini juga didistribusikan ke berbagai institusi dan organisasi kemasyarakatan di Jawa Timur, termasuk lembaga keagamaan dan aparat keamanan.
Pemkot Surabaya menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas sosial menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat solidaritas warga, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. (tas)
