Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berupa seekor sapi jenis Brangus dengan bobot mencapai 850 kilogram. Menariknya, sapi kurban bantuan presiden (Banpres) tersebut dibeli langsung dari peternak lokal asal Surabaya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Yudi Eko Handono mengatakan proses pemilihan sapi dilakukan melalui pengecekan di sejumlah lokasi peternakan di Surabaya sebelum akhirnya diputuskan sebagai hewan kurban Banpres tahun ini.
Menurut Yudi, pemilihan sapi dari peternak lokal sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong pengembangan peternak unggul untuk kebutuhan hewan kurban. Program tersebut tidak hanya bertujuan memastikan kualitas hewan sesuai syariat dan standar kesehatan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan peternak daerah.
Ia menjelaskan, keterlibatan peternak lokal dalam program sapi Banpres menjadi motivasi tersendiri bagi para pelaku usaha peternakan di Surabaya. Selain memberikan keuntungan ekonomi karena ternak berhasil terjual, terdapat kebanggaan tersendiri karena sapi yang dipelihara dipilih sebagai hewan kurban Presiden RI.
Pemkot Surabaya berharap program tersebut mampu mendorong semakin banyak peternak lokal menghasilkan ternak berkualitas unggul sehingga mampu bersaing dan mendapat akses pasar yang lebih luas, khususnya menjelang momentum Idul Adha yang identik dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban.
Rencananya, sapi kurban bantuan Presiden itu akan disalurkan ke Masjid Al Ikhsan yang berada di kawasan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Saat ini, Pemkot Surabaya masih melakukan koordinasi teknis terkait lokasi perawatan dan penanganan sapi sebelum proses penyaluran dilakukan. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi hewan tetap terjaga hingga pelaksanaan penyembelihan pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
Program bantuan hewan kurban dari Presiden setiap tahun menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat sekaligus dukungan bagi sektor peternakan lokal. Di Surabaya, momentum tersebut juga menjadi ajang menunjukkan kualitas peternakan daerah yang mampu menghasilkan sapi unggulan dengan standar nasional.

