Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Budaya Pendalungan Saling Menghormati

Budaya Pendalungan Saling Menghormati

SENI BUDAYA redaksi17/10/2017 - 12:00 WIB

Budaya Pendalungan yang tumbuh dan berkembang di daerah Tapal Kuda menjadi contoh bagaimana dua buah budaya dapat hidup berdampingan, bahkan saling menghormati. Oleh karena itu biarkan etnis Madura memajukan seni asli Madura-nya, sementara yang etnis Jawa juga memajukan seni asli Jawa-nya. Masing-masing pelaku dan penikmat seni dari kedua budaya itu bisa hidup berdampingan dan saling mengapresiasi positif dari apa produk-produk budaya yang dihasilkan.

Pendapat ini dikemukakan oleh Prof Dr Philip Yampolsky, ahli etnomusikologi dari Illinois University USA, dalam acara sarasehan sarasehan budaya dan apresiasi seni Pendalungan dengan tema “Merayakan Tradisi Lisan dan Musik Etnik dalam Perspektif Lokal-Global”. Acara yang di gawangi oleh LP2M Universitas Jember bekerjasama dengan Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) ini digelar di gedung Kauje Universitas Jember beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Prof Philip Yampolsky menjelaskan ketika budaya Pendalungan yang terdiri dari beberapa unsur budaya etnis ini bisa hidup rukun berdampingan dan berkembang bersama maka akan muncul identitas baru.

“Identitas baru inilah yang harus dijaga, baik dalam perspektif lokal atau seni tradisi asli masyarakat setempat maupun dalam perspektif global yang mengacu pada estetik global. Tinggal bagaimana tujuan dan peran para pelaku seni itu sendiri,” jelas Prof Philip dihadapan dosen dan mahasiswa Universitas Jember, serta pemerhati kebudayaan di Jember dan sekitarnya.

Dalam kesempatan sama Ketua LP2M Universitas Jember, Prof Dr Ahmad Subagio menyampaikan bahwa Universitas Jember siap menjadi fasilitator tumbuh kembangnya budaya Pendalungan. Caranya melalui berbagai kegiatan akademis berupa kajian, penelitian, seminar tentang budaya Pendalungan. Dirinya berharap, kegiatan tersebut akan mampu memperkuat eksistensi budaya Pendalungan.

“Salah satu langkah nyata Universitas Jember dalam memperkuat budaya Pendalungan adalah dengan menghidupkan kembali acara Padang Bulanan yang dulu pernah di gelar secara rutin di Fakultas Sastra yang kini menjadi Fakultas Ilmu Budaya,” jelasnya.

Rencananya acara Padang Bulanan edisi perdana bakal digelar sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian Festival Tegalboto 2017. Acara Padang Bulanan ini akan menampilkan berbagai kesenian Pendalungan. Sebelum acara sarasehan dimulai, tampil unjuk kebolehan kesenian Kentrung Joss yang dibawakan oleh akademisi sekaligus budayawan asal Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Dr Ilham Zoebazarry yang didampingi oleh Cak Londo dan kawan-kawan. Dr. Ilham Zoebazarry sekaligus menjadi moderator sarasehan. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.