Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Pendekatan Multisektoral dalam Mitigasi Bencana

Pendekatan Multisektoral dalam Mitigasi Bencana

KOMUNITAS redaksi09/10/2019 - 16:00 WIB

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjadi pembica kunci dalam seminar nasional Antisipasi dan Penanganan Bencana yang digagas oleh Universitas Airlangga. Seminar nasional itu berlangsung pada Rabu (8/10) bertempat di Aula Garuda Mukti lantai 5, Kantor Manajemen UNAIR.

Seminar nasional itu tidak hanya dihadiri oleh sivitas akademika UNAIR, namun juga perwakilan dari berbagai instansi terkait bencana yang ada di Surabaya.

Dalam paparannya, Emil mengungkapkan bahwa urusan mitigasi bencana seharusnya tidak hanya melalui pendekatan unisektoral saja, tetapi juga pendekatan multikultural dan multisektoral.

Artinya, seluruh stakeholder harus terlibat di dalamnya, baik sektor pemerintahan maupun sektor lain. Menurutnya, perguruan tinggi juga harus aktif terlibat.

“Seyogyanya seluruh stakeholde baik di lingkungan pemerintahan maupun sektor lain, utamanya perguruan tinggi, harus jadi presser group untuk mendorong agar mitigasi bencana ini mendapat perhatian,” ungkap Emil.

Di lain sisi, Emil menjelaskan, ada hambatan yang dialami oleh pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan bencana.

Salah satu sebabnya antara lain kurangnya dukungan dari masyarakat. Menurutnya, dalam melakukan mitigasi bencana, masih ditemui kepentingan masyarakat setempat.

Sebagai contoh, ada isu hutan lindung yang kini ditanami kopi di wilayah Jawa Timur. Pemerintah daerah menginginkan 20 persen wilayah tersebut agar ditanami tanaman makadamia untuk mempertahankan tutupan hutan lindung dan mencegah bencana longsor. Namun, penduduk setempat menolaknya.

“Kita berniat untuk menanam tanaman makadamia sebanyak 20 persen di wilayah itu untuk mencegah longsor. Tapi ditolak masyarakat di sana alasanya merugikan mereka,” ungkap Emil.

“Di situ kita butuh sosial analisis untuk menjelaskan kepada masyarakat dengan baik tentang upaya mitigasi bencana ini,” tambahnya.

Di Jawa Timur sendiri, menurut Emil, sudah dijalankan beberapa program untuk mitigasi bencana. Salah satunya dengan meningkatkan jumlah Kampung Siaga Bencana (KSB). Tujuannya, untuk mempersiapkan masyarakat bila terjadi bencana.

Emil berharap, dengan adanya seminar ini nantinya akan berdampak nyata terhadap pengurangan dampak dari bencana dan menjaga kemaslahatan masyarakat.

“Semoga apa yang dibahas di seminar ini nantinya akan memiliki dampak nyata pada penurunan jumlah risiko bencana yang timbul,” tutupnya. (ita)

Emil Dardak Mitigasi Bencana Wagub Jatim
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.