Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Peneliti Panas Bumi UGM Diundang PBB

Peneliti Panas Bumi UGM Diundang PBB

KOMUNITAS redaksi27/11/2018 - 14:30 WIB

Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (UN-ESCAP) menyelenggarakan workshop tentang “Integrated Resources Management in Asian Cities: the Urban Nexus” di kantor PBB di Bangkok, Thailand 14 – 16 November lalu.

Kegiatan ini melibatkan para pengambil kebijakan, birokrat, dan akademisi dari India, China, Mongolia, Vietnam, Thailand, Kamboja, Korea, Filipina, Indonesia, perwakilan Bank Dunia, dan para pengamat dari luar negara-negara Asia.

Salah satu akademisi yang diundang untuk memberi masukannya pada integrasi pengelolaan sumber daya di kawasan kota-kota Asia adalah peneliti energi panas bumi dari Fakultas Teknik UGM, Dr Pri Utami.

Dr Pri Utami diundang sebagai narasumber pada workshop UN-ESCAP yang ke-8 tersebut untuk memberikan paparan tentang seluk beluk energi panas bumi serta potensi, tantangan dan peluang pengembanganya di negara-negara Asia.

Pri Utami mengatakan dalam workshop tersebut dirinya menyampaikan tentang latar belakang geologi sumber daya energi panas bumi di kawasan Asia – Pasifik, manfaatnya dalam membangun kesejahteraan manusia serta keramahannya terhadap lingkungan.

“Potensi panas bumi sebesar 70,000 MW tetapi masih minim pengembangan, di masa depan justru dapat menjadi kunci bagi kesejahteraan berkelanjutan di kawasan ini,” kata Ketua Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM ini, Kamis (22/11) seperti dilaporkan Humas UGM.

Menurut Pri Utami, pasokannya yang stabil dapat diandalkan sebagai penanggung beban dasar kebutuhan listrik. Di samping itu, panas bumi dapat dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan langsung selain pembangkitan listrik.

Dalam kesempatan itu, ujar Utami, dirinya juga memberikan contoh-contoh kebijakan yang dilakukan pemerintah RI pengembangan panas bumi.

“RI menjadi produsen energi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, dengan menghasilkan listrik sebesar 1,925 MWe dari 29,000 MW total potensi panas buminya,” katanya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai seorang ahli geologi, ia memaparkan bahwa kemajuan pengetahuan geologi merupakan kunci sukses untuk menurunkan risiko pengembangan sumber daya panas bumi. Ia juga menunjukkan upaya UGM merangkul masyarakat.

Antara lain dengan menyosialisasikan panas bumi kepada berbagai khalayak, mendampingi masyarakat untuk menciptakan peluang aktivitas ekonomi berbasis panas bumi, merancang muatan lokal dan sarana pendidikan kepanas bumian bagi anak-anak negeri kaya sumber energi terbarukan ini.

Dikatakan Pri Utami, berdasarkan perhitungan oleh International Geothermal Association, di masa depan harga listrik panas bumi akan menjadi jauh lebih rendah.

Menurutnya, sudah saatnya Indonesia menggenjot pemakaian energi bersih dan terbarukan termasuk panas bumi, dan secara bertahap melepaskan ketergantungan berat terhadap energi-energi fosil. (ist)

Dr Pri Utami Geothermal Panas Bumi PBB UGM
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.