Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Peran Integrasi Manusia dalam Arsitektur Berkelanjutan

Peran Integrasi Manusia dalam Arsitektur Berkelanjutan

KOMUNITAS redaksi27/03/2025 - 15:00 WIB

Perkembangan zaman membawa dampak di banyak aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam bidang arsitektur yang berperan sebagai salah satu ilmu yang mewadahi kreativitas manusia. Melihat keadaan tersebut, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir Murni Rachmawati MT mendalami peran manusia sebagai titik pusat kehidupan melalui kacamata arsitektur berkelanjutan.

Berdasarkan kajiannya, Murni menemukan bahwa dalam kurun waktu 18 tahun ke belakang terdapat tiga pokok tantangan yang selalu mengiringi perkembangan ilmu arsitektur. Tantangan-tantangan tersebut terdapat pada aspek alam, teknologi, dan kemanusiaan. “Selain tiga aspek tersebut, semakin tahun tantangan yang muncul juga semakin banyak dan beragam,” jelas Profesor ke-216 ITS ini.

Berangkat dari tantangan yang dihadapi manusia di abad 21 ini, dosen Departemen Arsitektur ITS tersebut mendalami kajiannya untuk menghadirkan teori arsitektur dengan gagasan yang baik dan dapat memprediksi masa depan.

Melalui pendalamannya, Murni menyimpulkan bahwa manusia berperan sebagai pusat yang mengendalikan dan mengintegrasikan aspek-aspek kehidupan termasuk dalam ilmu arsitektur.

Lebih rinci, dalam aspek alam, Murni menjelaskan bahwa manusia harus dapat membuat dan menggunakan bangunan dengan sesedikit mungkin merusak alam dan manusia yang menempatinya. “Selain itu, dalam merancang bangunan, manusia harus dapat mengangkat kelokalan sebagai bagian penting dalam arsitektur,” tuturnya mengingatkan.

Sedangkan dalam aspek teknologi, lanjutnya, manusia harus dapat menciptakan dan mengendalikan teknologi sebagai alat pembangunan untuk menghadirkan arsitektur yang berguna.

Dekan Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) ITS periode 2020 – 2024 tersebut menekankan, teknologi juga harus ikut membantu arsitektur melestarikan alam dan menyelamatkan planet bumi.

Dalam upaya memberikan nilai-nilai yang baik dalam arsitektur, sensitivitas kemanusiaan turut memiliki andil dalam proses pembangunan. Perempuan kelahiran Rembang itu menyarankan, arsitektur dapat mengusung budaya dan sejarah dalam membentuk identitas. “Aspek kemanusiaan dalam arsitektur ikut berperan dalam pembentukan kualitas hidup manusia yang berkesinambungan,” tegasnya.

Dengan mengintegrasikan aspek-aspek tersebut dengan manusia sebagai pusat pengendali, Murni yakin masalah yang timbul dalam perkembangan ilmu arsitektur dapat terselesaikan. Selain itu, tujuan dari arsitektur berkelanjutan juga dapat tercapai.

“Namun, untuk mencapai ini semua diperlukan manusia yang mampu menjaga dan merawat alam sebagai sesama ciptaan Tuhan,” terang alumnus S1 Arsitektur ITS itu.

Perempuan kelahiran 1962 ini menilai segala krisis yang terjadi di dunia disebabkan karena manusia tidak sanggup merelasikan berbagai dampak kemajuan dengan nilai spiritual.

Oleh karena itu, pendidikan dengan pendekatan spiritual menjadi langkah yang tepat untuk menciptakan manusia yang memiliki pendirian dan integritas yang kuat. Melalui pendekatan spiritual, manusia akan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan yang dapat menghancurkan alam.

Melalui kajiannya yang luas, Murni berhasil berkontribusi dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik melalui ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Poin utama yang didukung adalah poin 4 tentang pendidikan berkualitas serta poin 9 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Murni berharap teori yang dihasilkan dari kajiannya dapat bermanfaat bukan hanya untuk perkembangan ilmu arsitektur saja tetapi juga seluruh aspek kehidupan. Utamanya bagi dunia pendidikan dan proses pembuatan kebijakan dalam menentukan arah yang lebih baik. “Semoga kajian ini dapat menghadirkan solusi tepat guna sesuai tujuan keberlanjutan,” tuturnya penuh harap. (ita)

Guru Besar ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.