Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan perannya dalam mendukung perkembangan seni dan budaya melalui kegiatan On The Spot (OTS) bertajuk “Beauty of Balai Pemuda Surabaya”. Agenda melukis bersama ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026.
Kegiatan tersebut digelar di kawasan Balai Pemuda Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas seni bersejarah di Kota Pahlawan. Ruang ini tidak hanya menjadi lokasi berkesenian, tetapi juga simbol perjalanan panjang perkembangan seni di Surabaya sejak puluhan tahun lalu.
Ketua Sanggar Merah Putih, M. Anis, menilai keberadaan Balai Pemuda memiliki arti penting dalam membangun ekosistem seni. Ia menyebut tempat tersebut telah menjadi ruang lahirnya banyak seniman ternama sejak era 1970-an, sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi baru.
Menurut Anis, kesenian perlu ditempatkan sebagai bagian integral dalam pembangunan kota, bukan semata diukur dari kontribusi ekonomi. Ia memandang peran pemerintah sangat krusial dalam menjaga kesinambungan aktivitas seni, baik melalui kebijakan maupun dukungan moral.
Apresiasi juga disampaikan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang dinilai tetap memberikan ruang bagi berbagai cabang seni untuk tampil di Balai Pemuda. Kebijakan tersebut dianggap penting dalam memastikan akses bagi pelaku seni untuk terus berkarya.
Di sisi lain, aktivitas seni di Balai Pemuda terus menunjukkan dinamika yang tinggi. Salah satunya terlihat dari kegiatan di Galeri Merah Putih yang menjadi ruang aktif bagi para pelukis. Meski berukuran relatif kecil, galeri ini memiliki intensitas pameran yang tinggi dengan puluhan agenda setiap tahunnya.
Anis menjelaskan bahwa konsistensi kegiatan tersebut mencerminkan tingginya minat dan produktivitas pelaku seni lukis di Surabaya. Ia juga menilai bahwa keberadaan ruang-ruang kreatif seperti ini sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem seni lokal.
Sementara itu, pelaku seni tari, Sri Mulyani, melihat perkembangan kebijakan kebudayaan di Surabaya semakin inklusif. Ia menilai pendekatan yang lebih luas terhadap kebudayaan memberikan ruang bagi berbagai ekspresi seni untuk berkembang.
Sri Mulyani yang telah lama berkecimpung di dunia seni tari mengaku merasakan langsung dukungan dari pemerintah kota, baik dalam penyelenggaraan kegiatan maupun penyediaan fasilitas. Menurutnya, ketersediaan sarana seperti gedung pertunjukan, sistem pencahayaan, dan tata suara menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas karya seni.
Ia juga menyoroti dukungan Pemkot dalam memfasilitasi kegiatan seni di luar daerah sebagai bentuk keberpihakan terhadap pelaku budaya. Hal ini dinilai membuka peluang lebih luas bagi seniman Surabaya untuk tampil di tingkat nasional hingga internasional.
Dalam perkembangannya, atmosfer seni budaya di Surabaya dinilai semakin hidup. Berbagai agenda dan festival yang digelar pemerintah kota turut mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menarik minat wisatawan.
Melalui kegiatan OTS “Beauty of Balai Pemuda Surabaya”, Pemkot tidak hanya menghadirkan ruang ekspresi, tetapi juga memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun kota yang berkarakter dan berkelanjutan. (tas)

