Perisai Tambahan Nakes Garda Depan
KESEHATAN PERISTIWA

Perisai Tambahan Nakes Garda Depan

Tenaga Kesehatan (nakes) merupakan salah satu garda penentu dalam upaya mengakhiri pandemi. Namun kini angka kematian nakes justru relatif tinggi. Pemerintah pun memutuskan pemberian vaksinasi ketiga.

Pemerintah senantiasa melindungi tenaga kesehatan (nakes) baik secara fisik maupun mental. Hal itu penting, terlebih di tengah gelombang kedua penularan Covid-19 di tanah air.

Kesiapan nakes dalam memberikan pelayanan di tengah lonjakan kasus Covid-19 bisa dijadikan sebagai salah satu ukuran keberhasilan menghalau serangan virus SAR COV-2. Oleh karena itu, menjaga kondisi nakes senantiasa prima, baik secara fisik maupun mental, menjadi tanggung jawab bersama.

Itulah sebabnya, dalam keterangan tertulisnya, pekan lalu, Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan, pentingnya pemerintah membuat sistem perlindungan bagi para nakes.

“Tugas nakes bukan saja membantu kesembuhan para pasien Covid-19, tetapi juga menjaga dan melindungi dirinya serta keluarganya agar tidak ikut terinfeksi virus. Oleh karenanya, kami meminta pemerintah membuat sistem perlindungan untuk nakes, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, data yang dikumpulkan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), menunjukkan bahwa sejak awal pandemi, yakni 2 Maret 2020, hingga 28 Juni 2021 ada sebanyak 1.031 SDM medis yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona mutan.

“Jadi, Indonesia telah kehilangan ribuan pejuang kesehatan akibat pandemi ini. Dengan kasus harian yang terus melonjak, kondisi para nakes semakin mengkhawatirkan,” ungkap Puan.

Bukan hanya itu, dari laporan yang diperolehnya, Puan mengungkapkan, para SDM medis yang terpapar Covid-19 juga tidak memiliki banyak waktu untuk memulihkan kesehatannya. Begitu tes menyatakan hasil negatif, sambung dia, para SDM medis penyintas Covid-19 itu kerap langsung diminta kembali bekerja karena keterbatasan jumlah tenaga medis di rumah sakit.

Itulah sebabnya, Puan pun kemudian mengajak masyarakat luas untuk dapat terus turut mengapresiasi para tenaga kesehatan yang sedang bekerja keras menangani pandemi.

“Atau kalau belum bisa mengapresiasi, minimal masyarakat, khususnya keluarga pasien, agar menghindari selisih paham atau tuduhan-tuduhan yang kontraproduktif kepada para nakes, sehingga tidak berakibat melemahkan mental dan fisik mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PERSI, Lia Gardenia Partakusuma dalam rapat dengan Komisi IX DPR mengatakan bahwa dari data total SDM medis yang meninggal, ada 405 dokter, 43 dokter gigi, 328 perawat, 160 bidan, dan 95 SDM medis lainnya.

Pekan Depan
Upaya memberikan perlindungan bagi para nakes garda terdepan tentunya telah menjadi pemikiran serius dari Pemerintah Indonesia, terlebih saat angka penularan Covid-19 mengalami kenaikan signifikan, mulai beberapa pekan belakangan. Hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menghadirkan informasi terkini terkait upaya perlindungan bagi SDM medis. Bentuknya adalah program vaksinasi ketiga.

Satgas PC-PEN mengungkapkan, program vaksinasi ke-3 akan dilakukan mulai minggu depan untuk 1,47 juta SDM medis. “Teknis pelaksanaannya akan diatur oleh Kementerian Kesehatan,” tulis satgas dalam paparan Airlangga di konferensi pers itu.

Penegasan pemberian vaksinasi ketiga hanya untuk SDM medis disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dia menjelaskan, hal itu perlu lantaran target vaksinasi nasional belum tercapai sehingga prioritas diberikan kepada nakes yang bekerja di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Penting untuk kita pahami, vaksinasi ke-3 ini hanya diberikan kepada nakes karena mereka yang setiap bertemu dengan virus Covid-19,” katanya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Perekonomian RI.

Pada kesempatan itu, Menkes Budi juga mengakui, telah mengantongi rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), sebagai penasihat independen, untuk melaksanakan program vaksinasi ketiga tersebut.

“Sudah disetujui bahwa vaksin ke-3 akan diberikan menggunakan vaksin Moderna,” katanya. Vaksin Moderna sendiri, menurut Menkes Budi, akan datang pada Juli, sebanyak 4 juta dosis secara bertahap. (indonesia.go.id)