Upaya penguatan ekonomi desa berbasis peternakan terus diperkuat melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) menggulirkan program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Desa Binaan dan Kesehatan Ternak di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dengan menyalurkan bantuan 300 ekor bebek kepada 20 peternak lokal.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (26/1/2026) tersebut dihadiri oleh Dekan FKH UNAIR Prof Dr Lilik Maslachah drh MKes, Ketua Pelaksana Prof Dr Widjiati drh MSi, jajaran pimpinan fakultas, serta Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Ir Elfia Nuraini SPt MP.
Dekan FKH UNAIR Prof Lilik menyampaikan bahwa program desa binaan dirancang sebagai program pengabdian jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor peternakan.
“Melalui pendampingan berkelanjutan, kami ingin menciptakan ekosistem peternakan bebek yang sehat, produktif, dan mampu menopang ekonomi masyarakat Desa Palembon,” katanya.
Ketua Pelaksana Prof Widjiati menambahkan, program ini akan berjalan selama lima tahun dengan agenda pendampingan rutin, termasuk edukasi kesehatan ternak, biosekuriti, serta program pendukung lain seperti pelayanan stunting bagi anak-anak.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga berkembang bersama program ini dan mampu mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Ir Elfia Nuraini menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kehadiran FKH UNAIR memberikan nilai tambah bagi pengembangan peternakan di desa.
“Bantuan ini sangat strategis karena Desa Palembon belum memiliki sentra ternak bebek. Pendampingan berkelanjutan seperti ini sangat kami butuhkan,” tuturnya.
Selain penyaluran ternak dan pakan, kegiatan Pengmas juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan hewan, sosialisasi pencegahan penyakit, serta diskusi terbuka antara akademisi dan peternak. Partisipasi aktif warga menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan peternakan bebek sebagai sumber penghasilan baru.
Melalui sinergi antara FKH UNAIR dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, program desa binaan ini diharapkan mampu menjadi model penguatan peternakan desa yang berkelanjutan dan berdaya saing. (tas)
