Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Potensi TikTok yang Lagi Viral

Potensi TikTok yang Lagi Viral

KOMUNITAS redaksi28/02/2020 - 16:00 WIB

Bermain TikTok kini tidak hanya menjadi hiburan semata melainkan telah menjelma sebagai life style seiring dengan banyaknya pengguna aplikasi TikTok. Masyarakat mulai mengabadikan setiap momen dalam keseharian melalui video TikTok dengan durasi 15 detik dan efek musik beraneka ragam.

Kini aplikasi TikTok mulai dilirik berbagai kalangan selebriti, dokter, psikolog, dan beberapa startup ternama yang bersaing menyajikan konten sekreatif mungkin.

Pakar pengamat media Universitas Airlangga Irfan Wahyudi SSos MComms PhD angkat bicara mengenai fenomena merebaknya TikTok diberbagai kalangan tersebut. Ia menyebut bahwa sosial media TikTok memang telah menjelma menjadi tren di tahun ini.

“Penggunan sosial media itu sangat dinamis mereka mencari platform sosial media yang sesuai dengan karakteristiknya, TikTok ini memberikan para user kesempatan untuk mebuat short clip (video pendek) dan dituntut untuk sekreatif mungkin,” paparnya.

Irfan mengatakan sebenarnya fenomena TikTok bukanlah hal baru, karena beberapa sosial media lainnya seperti Instagram, Snapchat, dan Facebook juga menghadirkan fitur yang sama.

Tidak hanya di Indonesai TikTok pun menjadi aplikasi yang begitu digemari diberbagai belahan dunia, dilansir dari The Guardian hampir setengah dari generasi milenial dan generasi Z, dengan usia 13-38 tahun, di Amerika Serikat bekeinginan menjadi influencer salah satunya di sosial media TikTok.

“Pada awal peluncuran aplikasi TikTok ini sempat dituduh sebagai tindakan spionase Tiongkok di kalangan masyarakat Amerika Serikat, artinya dengan menggunakan aplikasi TikTok kita membagikan data pribadi pada Pemerintah Tiongkok. Lain halnya ketika dulu pasang Instagram atau Facebook kita tidak membahas tentang hal itu, faktanya itu hanya propaganda TikTok dan kini tetap jadi aplikasi yang digemari,” tambah dosen Ilmu Komunikasi tersebut.

Banyak kalangan mulai melirik TikTok sebagai ladang bisnis baru utamanya para influencer yang kini dikenal dengan sebutan seleb TikTok, seperti pada platform sosial media lain para selebriti berkolaborasi untuk mempromosikan berbagai brand dalam video TikTok-nya. Begitu pula startup yang berbondong-bondong mencuri perhatian dengan memasarkan produknya lewat TikTok.

Irfan berpendapat bahwa TikTok juga dapat digunkan untuk membentuk personal branding. Para influencer membangun persona agar mendapatkan followers TikTok sebanyak mungkin, hal tersebut dimaksudkan untuk membuka peluang endorse yang lebih besar.

“Melihat fenomena TikTok ini kedepan mungkin tidak akan bertahan lama jika hanya fitur itu saja yang ditawarkan. Namun melihat perkembangan pesat aplikasi TikTok dengan pertumbuhan jumlah penggunanya, bukan tidak mungkin aplikasi ini akan tumbuh menjadi sangat besar seperti Instagram dan Facebook,” pungkas Ifan. (ita)

Irfan Wahyudi SSos MComms PhD TikTok Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.