Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Prof Dessy Serukan Literasi Digital yang Beretika

Prof Dessy Serukan Literasi Digital yang Beretika

KOMUNITAS redaksi31/10/2025 - 11:00 WIB

Lebih dari jutaan informasi dengan beragam bentuknya yang kini mudah beredar di tengah masyarakat. Kecepatan informasi itu menimbulkan sulitnya memilah informasi yang beredar. Fenomena ini membuat sorotan utama Guru Besar Ilmu Perilaku Informasi, Fakultas Vokasi (FV), Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Dessy Harisanty SSos MA memberikan orasinya di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus Merr-C UNAIR pada Rabu (29/10) lalu.

Dalam orasinya, Prof Dessy mengungkapkan bahwa manusia dahulu mengenal simbol yang ditulis dalam relief goa yang sekarang berkembang dengan temuan informasi berupa internet. “Dulu masyarakat kita hanya sebagai menerima informasi, namun sekarang mengalami pergeseran menjadi masyarakat konsumer. Artinya masyarakat sekarang tidak hanya menerima informasi melainkan memproduksi informasi,” jelasnya.

Tiang Penyangga Digital

Prof Dessy menegaskan bahwa kemajuan teknologi komunikasi melahirkan kemampuan luar biasa pada manusia. Namun, disisi lain hal tersebut membawa tantangan baru. Arus data yang tak terbendung, maraknya berita bohong (hoaks), dan jembatan algoritma yang memperkuat bias informasi telah menyebabkan menurunnya daya kritis masyarakat.

Menanggapi situasi tersebut, Prof Dessy menekankan perlunya literasi kritis dan etika informasi yang menjadi dua tiang penyangga kehidupan digital. “Literasi kritis bukan sekadar kemampuan membaca, tapi memahami makna dibalik teks. Sedangkan etika informasi adalah pagar moral, ia mengajarkan kita untuk menghormati privasi, orisinalitas, dan bertanggung jawab atas dampak sosial setiap unggahan,” tuturnya.

Sebagai masyarakat konsumer, menurutnya, juga harus memiliki tanggung jawab ganda atas informasi. Mereka perlu memverifikasi kebenaran informasi sebelum membahagiakannya. “Sebagai produsen mereka wajib memastikan konten yang mereka buat tidak plagiat dan merugikan pihak lain,” tambahnya.

Strategi Digital
Lebih lanjut, Prof Dessy, memaparkan beberapa strategi penting dalam membangun masyarakat digital yang sehat. Di antaranya, melalui pendidikan literasi digital sejak dini agar generasi muda terbiasa berpikir kritis. Selain itu juga, perlu membiasakan etika informasi dengan menghormati sumber, mencantumkan atribusi dan tidak menyebarkan informasi sebelum diverifikasi.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran dalam melahirkan insan yang cakap secara teknis, beretika secara moral dan kritis secara intelektual. “Mereka lah yang menjadi benteng pertama dan terakhir bagi kejernihan informasi di tengah kebisingan dunia global,” ungkapnya. (ita)

Guru Besar Unair prof dessy
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.