Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Prof Imron Mawardi : EWS Upaya Cegah Krisis Ekonomi

Prof Imron Mawardi : EWS Upaya Cegah Krisis Ekonomi

EKONOMI BISNIS redaksi19/12/2024 - 20:00 WIB

Mantan Wartawan Jawa Pos yang beralih profesi menjadi dosen Universitas Airlangga (UNAIR), Imron Mawardi, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar. Pengukuhan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu berlangsung pada Kamis (19/12), di Aula Garuda Mukti Lantai 5 Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR.

Dalam pengukuhan yang dipimpin Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, Prof Dr Imron Mawardi SP MSi membawakan orasi ilmiah bertajuk Early Warning System Lembaga Keuangan Syariah sebagai Upaya Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional.

Prof Imron menganalogikan keberadaan krisis keuangan di tengah ekonomi neo-liberal dan instrumen keuangan yang tidak berdampak di sektor riil ini dapat menjadi bubble yang sewaktu bisa meletus.

Jika krisis terjadi, yang pertama menerima efek sampingnya adalah salah satunya lembaga keuangan syariah (LKS).

“Apalagi, Indonesia menggunakan dual financial and banking system. Di mana lembaga keuangan syariah berada dalam satu sistem dengan lembaga keuangan konvensional,” jelas Prof Imron.

Early Warning System (EWS)
Krisis keuangan yang LKS hadapi juga dapat berisiko sistemik pada lembaga keuangan lain. Bahkan pada sistem keuangan. Untuk mengurangi dampak risiko sistemik ini, LKS perlu melakukan tindakan preventif dengan mendeteksi sejak dini potensi kebangkrutan, atau dikenal sebagai early warning system (EWS).

“Pada tingkat makro, EWS menggunakan sensitivitas perubahan variabel makro guna mendeteksi potensi jatuhnya industri keuangan. Seperti suku bunga, kurs, neraca perdagangan, dan fluktuasi harga komoditas,” terang Guru Besar Investasi dan Keuangan Islam itu.

Pada bank syariah, lanjut Prof Imron, EWS mengukur z-score (skor standar) nilai tertentu yang berupa kombinasi dari kinerja keuangan. Seperti laba ditahan, nilai pasar ekuitas, nilai pasar uang, dan aset. “Z-score yang berada di bawah threshold (ambang batas, red) tertentu mengindikasikan bank syariah akan mengalami kebangkrutan,” lanjutnya.

Pembiayaan Uncertainty Contract
Kemudian, proporsi pembiayaan uncertainty contract dengan akad mudharabah dan musyarakah menjadikan bank lebih tahan terhadap guncangan krisis keuangan dan kebangkrutan.

“Uncertainty contract memiliki potensi yang lebih efektif ketika bank syariah mengalami ketidakpastian pasar dalam jangka panjang daripada pembiayaan certainty contract,” katanya.

Oleh karena itu, bank syariah perlu lebih mengoptimalkan portofolio pembiayaan proporsi ideal berbasis uncertainty contract yang lebih tinggi daripada certainty contract berakad murabahah, maupun istishna’, ijarah.

Pada asuransi syariah, EWS terealisasi dengan mengukur sensitivitas dana tabarru’ yang terpisah dari dana perusahaan terhadap risiko deficit underwriting. Sementara itu, perusahaan asuransi syariah dapat mendeteksi dengan z-score dari dari kinerja keuangannya, bukan hanya berdasarkan risk base capital (RBC) saja.

Beralih ke Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), penelitian banyak menggunakan pendekatan logit untuk mendeteksi sinyal dini. Namun, terdapat kelemahan struktural yang signifikan, seperti ketiadaaan Lender of Last Resort (LoLR) dan sistem penjamin simpanan. Jadi, dengan aset, modal, dan diversifikasi yang lebih kecil, LKMS beresiko lebih tinggi dibandingkan bank.

”Oleh karena itu, pengembangan EWS pada LKMS menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan stabilitas dan kepercayaan LKMS, terutama ketika terjadi guncangan dalam industri,” jelas dosen ekonomi Islam itu.
Rekomendasi

Pada akhirnya, terdapat beberapa skema rekomendasi yang Prof Imron paparkan. Di antaranya, pemerintah perlu mengendalikan utang pemerintah dan swasta. Sebab spread obligasi pemerintah dengan tingkat bunga AS merupakan tanda krisis keuangan.

Kemudian, LKS perlu membangun EWS yang spesifik sesuai karakteristik dengan mempertimbangkan uncertainty dan certainty contractnya. Yang terakhir, pemerintah harus segera menata LKMS dengan mendirikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan menerapkan kewajiban cadangan layaknya giro wajib minimum.

Sejumlah karangan bunga sebagai bentuk ucapan bahagia atas gelar yang diraih Imron Mawardi terlihat diseputaran Kantor Manajemen UNAIR. Termasuk dari keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.(ita)

Guru Besar Unair imron mawardi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.