Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pelantikan Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) periode 2025-2030 di Auditorium UNUSA Jl. Jemursari No.51-57 Wonocolo Surabaya, Sabtu (25/10).
Prof Triyogi dilantik untuk menggantikan Rektor UNUSA periode 2015-2025 Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng yang telah memberikan pengabdian luar biasa bagi Unusa.
Secara khusus, Gubernur Khofifah menyampaikan selamat atas dilantiknya Rektor baru UNUSA. Gubernur Khofifah berharap Prof Triyogi mampu memimpin UNUSA menuju era digital, inovatif, dan berdaya saing global, dengan tetap menjunjung tinggi jati diri Islam.
“Selamat kepada Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA, beliau sosok yang membawa semangat baru, visi segar, dan tekad kuat untuk melanjutkan perjuangan besar membangun UNUSA sebagai menara ilmu yang semakin tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, negara, bahkan dunia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah juga mengajak perguruan tinggi untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan menguatkan peran sebagai Kampus Berdampak dan menanam generasi Indonesia emas 2045 yang tidak hanya berilmu pengetahuan tetapi juga berakhlak.
“Perguruan tinggi dituntut hadir, tidak sekadar melalui teori, tetapi melalui karya nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat,” ujar Gubernur Khofifah.
Ia menjelaskan Kampus Berdampak merupakan sebuah ajakan agar perguruan tinggi tidak berhenti sebagai menara gading ilmu pengetahuan, tetapi menjadi Mercusuar Peradaban.
Ia menilai hal tersebut penting lantaran bangsa ini masih harus menghadapi berbagai permasalahan sosial di masyarakat. “Karena bangsa kita masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, kesehatan, hingga isu lingkungan dan energi,” terangnya.
Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan perguruan tinggi berperan penting menghadirkan riset yang melahirkan teknologi tepat guna untuk memberdayakan desa, solusi kesehatan digital yang menjangkau pelosok, inovasi energi terbarukan yang ramah lingkungan, hingga gagasan kebijakan yang berbasis data. “Ini akan menjadi insight bagi pemerintah dan pemerintah dapat lebih tepat dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Melalui pengabdian yang terukur, lanjutnya, kampus dapat memperkuat pendidikan dasar, membina UMKM, serta menumbuhkan wirausaha baru dari para lulusan yang berjiwa kreatif dan mandiri. Dengan begitu, perguruan tinggi benar-benar menjadi Kawah Candradimuka Solusi Bangsa.
“Inilah makna sejati dari Kampus Berdampak, bukan hanya berkompetisi dalam peringkat internasional, tetapi berkontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan rakyat dan meneguhkan arah peradaban Indonesia menuju masa depan,” jelasnya.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengatakan pentingnya peran perguruan tinggi yang saat ini semakin nyata. Hal tersebut dapat dikonfirmasi dari fakta serta data yang menunjukkan bahwa daya saing SDM Indonesia di dunia masih membutuhkan penguatan strategis. (ita)

