Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Profesor ITS Susun Kerangka Kinerja BUMN

Profesor ITS Susun Kerangka Kinerja BUMN

KOMUNITAS redaksi14/03/2024 - 17:00 WIB

Guna meningkatkan efisiensi operasional industri, konsep manajemen kinerja terus mengalami evolusi. Meninjau hal tersebut, Guru Besar ke-197 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir Patdono Suwignjo MEngSc IPU menggagas sebuah kerangka pengelolaan kinerja untuk proses inovasi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia.

Profesor dari Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS ini mengungkapkan bahwa evolusi manajemen kinerja bermula dari sistem pengukuran kinerja yang berbasis keuangan.

Sistem yang berkembang pada tahun 1800 hingga 1900 Masehi tersebut menggunakan pendekatan finansial untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. “Namun, sistem tersebut memiliki sejumlah kekurangan,” ujar Patdono dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai profesor di ITS, beberapa waktu lalu.

Laki-laki asal Kota Kediri ini membeberkan, sistem pengukuran kinerja yang berbasis finansial cenderung mengukur pada periode tunggal dalam jangka pendek.

Hal tersebut menyebabkan perusahaan tidak memiliki gambaran yang jelas untuk memperoleh keuntungan secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, Patdono mengkaji sistem pengukuran kinerja dengan pendekatan kuantitatif atau Quantitative Models for Performance Measurement Systems (QMPMS).

Terdapat tiga langkah utama dalam QMPMS, yakni dengan mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kinerja, kemudian menyusun faktor-faktor secara hierarki, dan mengukur pengaruh faktor terhadap kinerja. Ketiga langkah tersebut menginspirasi Patdono dalam merancang kerangka pengukuran kinerja untuk proses inovasi.

“Belum ada sistem pengukuran kinerja lain yang mengukur dampak dari berbagai faktor,” ungkap mantan Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi (Iptek), dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI ini.

Berdasarkan penelitiannya terhadap berbagai sistem tersebut, Patdono menyusun kerangka kerja faktor-faktor keberhasilan proses inovasi di BUMN Indonesia.

Terdapat delapan faktor yang menjadi tolok ukur, yakni input, push factor dan pull factor, strategi, budaya, proses, outputs dan outcomes, serta difusi. “Dari delapan faktor ini kemudian ada 28 indikator keberhasilan,” imbuh alumnus S1 Teknik Mesin ITS ini.

Dalam kerangka kerja tersebut, dilakukan identifikasi faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor) dari perusahaan.

Dosen berusia 65 tahun ini memaparkan bahwa push factor merupakan faktor eksternal yang mendorong industri melakukan inovasi. Sedangkan, pull factor adalah kebijakan yang ada di dalam perusahaan untuk berinovasi.

Selanjutnya adalah analisis proses inovasi yang dilakukan perusahaan tersebut. Melalui analisis proses inovasi, Patdono menyampaikan, diperoleh hasil pada outputs dan outcomes untuk kemudian diukur pada tahap difusi. Seluruh hasil analisis pada kerangka kerja tersebut ditinjau dalam tahap difusi untuk memperoleh langkah bagi perusahaan supaya inovasi dapat diimplementasikan.

Kerangka pengelolaan kinerja yang dicanangkan oleh Patdono ini dapat membantu perusahaan tetap bertahan dan memiliki daya saing selama 30 tahun ke depan. Menurutnya, salah satu kunci bagi suatu perusahaan dapat berkelanjutan adalah dengan terus melakukan inovasi.

“Oleh karena itu, kerangka kinerja ini disusun untuk mengelola kinerja proses inovasi secara komprehensif,” tegasnya.

Melalui kerangka pengelolaan kinerja ini, Patdono berharap dapat membantu BUMN Indonesia untuk bersaing di kancah internasional. Di samping itu, ia menuturkan bahwa kebaruan keilmuan yang ia prakarsai hingga berhasil menyematkan gelar akademik tertinggi di depan namanya ini merupakan anugerah dari Tuhan dan dukungan orang-orang terdekatnya.

“Saya amat bersyukur karena gelar ini adalah berkat dukungan mereka,” tutur profesor yang juga pernah menerima penghargaan Angka Nitisastro ini penuh syukur. (ita)

Profesor ITS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.