Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Pembinaan Pengembangan Promosi Produk Kreatif awal Agustus 2017 lalu di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pembukaan acara diresmikan Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi IV Bidang Pemasaran Bekraf Sappe Sirait dan dihadiri Sekretaris Perdagangan Provinsi NTB H Muh Saroji MSi bersama kurang lebih 150 orang pelaku ekonomi kreatif di NTB.
“Tanpa promosi produk tidak akan laku. Banyaknya pengguna internet di Indonesia menciptakan sebuah peluang bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produknya di media digital,” ujar Sappe.
Dalam paparannya Sappe menjelaskan pentingnya e-commerce untuk membantu promosi dan pemasaran produk, diantaranya komunikasi langsung dengan pembeli yang tidak terbatas jarak pemasarannya.
Memudahkan kontak multi device dengan para pelanggan yang menyesuaikan device, waktu, tempat dan kebutuhan masing-masing pelanggan.
Juga memberikan efisiensi dalam dana pemasaran dibandingkan pemasaran tradisional, menyediakan kemampuan layanan pelanggan secara real time dan memberikan nilai investasi pemasaran yang lebih baik dan bernilai.
Sekretaris Perdagangan NTB H Muh Saroji MSi mengatakan pengembangan ekraf merupakan salah satu langkah strategis mengangkat perdagangan nasional, memperluas lapangan usaha, mengangkat potensi ekonomi daerah dan harus mengikuti strategi pemasaran.
Ia menambahkan ekraf sangat luas dan menurutnya subsektor di NTB yang dapat dikembangkan adalah kerajinan, fesyen seperti tenun dan batik, kuliner serta potensi pariwisata.
“Apabila hal-hal ini dapat bersinergi orang-orang akan datang berbondong-bondong ke NTB. Ini adalah peluang untuk ekraf terus berkembang,” ucap Saroji.
Dalam acara ini Bekraf juga menghadirkan CEO Radja Cendol Danu Sofwan dan Perwakilan Markplus Patty Axel Alvin untuk berbagi pengalaman dan memberikan materi kepada 150 pelaku ekraf yang hadir. (sak)

