Upaya pemulihan pascabencana tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kondisi mental masyarakat terdampak. Relawan WANALA Universitas Airlangga (UNAIR) turut mengambil peran dalam mendukung pemulihan psikososial anak-anak melalui kegiatan trauma healing dan edukasi kebersihan di SDN 6 Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari aksi kemanusiaan Tim Tanggap Bencana Sumatra WANALA UNAIR. Dua relawan muda, Dhea Arda Noor Syamsu dan Julio Gitra Setiawan, hadir langsung mendampingi siswa-siswi yang masih mengalami dampak psikologis pascabencana alam.
Menurut Dhea, metode trauma healing dirancang agar anak-anak merasa aman dan kembali percaya diri. Relawan mengajak peserta bermain, bernyanyi, serta mengikuti aktivitas interaktif yang mampu mengalihkan perhatian dari pengalaman traumatis.
“Kami ingin anak-anak merasa diperhatikan dan didengar. Dengan suasana yang menyenangkan, mereka lebih mudah mengekspresikan perasaan,” jelasnya.
Selain pemulihan mental, edukasi kebersihan juga menjadi perhatian utama. Relawan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, termasuk praktik mencuci tangan yang benar melalui simulasi langsung.
Respons positif datang tidak hanya dari siswa, tetapi juga dari para guru. Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas akibat kerusakan infrastruktur pascabencana, kegiatan tetap berjalan lancar berkat dukungan sekolah dan kerja sama semua pihak.
Melalui kegiatan ini, WANALA UNAIR berharap anak-anak dapat kembali merasakan keceriaan, memiliki rasa aman, dan tumbuh dengan semangat baru untuk melanjutkan aktivitas belajar mereka. (tas)

