Di tengah tantangan sosial dan digital yang semakin kompleks, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran strategis Gerakan Pramuka sebagai benteng ketahanan moral generasi muda. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Jatim, Kamis (8/1/2026).
Khofifah menekankan bahwa Pramuka tidak hanya dituntut adaptif dan produktif, tetapi juga konsisten menjaga nilai-nilai luhur dalam pembinaan karakter anak-anak dan remaja.
“Pramuka harus hadir sebagai ruang pembinaan karakter yang sehat, disiplin, empatik, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, perundungan, intoleransi, hingga kecanduan gawai. Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis untuk menjadi lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Selain penguatan karakter, Khofifah juga mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan Pramuka. Ia mengajak seluruh peserta didik, pembina, dan andalan Pramuka untuk membekali diri dengan etika bermedia sosial dan kecakapan teknologi informasi.
“Pramuka tidak hanya membentuk karakter di dunia nyata, tetapi juga membimbing generasi muda agar bertanggung jawab di ruang digital,” jelasnya.
Di era transformasi digital, Pramuka diharapkan mampu mengarahkan generasi muda agar kritis menyaring informasi, bijak bermedia sosial, serta produktif memanfaatkan ruang digital untuk pembelajaran, kreativitas, kewirausahaan, dan pengabdian sosial.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur HM Arum Sabil menyatakan bahwa arahan Gubernur Khofifah menjadi pijakan penting bagi pengembangan Pramuka produktif di Jawa Timur. Pramuka akan diarahkan pada sektor pertanian, peternakan, hingga energi baru terbarukan dengan pendekatan edukatif dan berkelanjutan di 38 kabupaten/kota.
“Pramuka menjadi wadah belajar yang menyenangkan. Anak-anak tidak harus langsung ke sawah, tetapi memahami pertanian dan pembangunan secara utuh, termasuk teknologi dan pembiayaannya,” ujarnya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membekali generasi muda dengan pemahaman praktis dan strategis, sehingga Pramuka tetap relevan menjawab tantangan masa depan. (tas)
