Revitalisasi Kantin Halal dan Sehat ITS
KOMUNITAS PERISTIWA

Revitalisasi Kantin Halal dan Sehat ITS

Berkaca pada situasi pandemi Covid-19 yang mengandalkan gaya hidup sehat dengan protokol kesehatan yang memadai, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menaruh perhatian pada kudapan yang dijual di area kampus.

Untuk itu, tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik merencanakan desain revitalisasi kantin halal dan sehat yang perdana di Departemen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) ITS.

Kegiatan pengembangan dan sosialisasi kuliner kantin halal dan sehat ini merupakan program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) melalui Pusat Kajian Halal (PKH) ITS.

Diketuai oleh Dr Eng M Badrus Zaman ST MT, kegiatan ini melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bermitra di kantin Siskal.

Menurut dosen yang biasa disapa Badrus tersebut, urgensitas kantin yang sehat dan halal ini terkait Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Payung hukum tersebut menyatakan bahwa kewajiban sertifikasi halal berlaku lima tahun setelah diundangkan.

Dalam hal ini, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bertugas mempersiapkan sertifikasi halal bagi produk yang diperdagangkan di Indonesia sejak 17 Oktober 2019.

Selain bertaut pada kebijakan tersebut, Badrus kembali menyebutkan, rancangan ini juga berkaitan dengan program internasionalisasi double degree yang terjalin antara Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS dengan Wismar University, Jerman sejak tahun 2011.

“Kami memiliki mahasiswa asing serta dosen yang sering datang secara periodik (di ITS), sehingga diperlukan revitalisasi pengembangan kantin yang halal, sehat, serta modern untuk mendukung program akademik,” jelasnya.

Di tengah pandemi, pelaku usaha kantin kampus perlu menaruh perhatian khusus terhadap kebersihan produk maupun inovasi berjualan sebagai strategi adaptasi. Badrus pun kembali menyatakan bahwa kampus-kampus di dunia pun melakukan desain ulang kantin dengan melakukan transformasi digital dalam pelayanannya.

“Kantin yang halal, sehat, dan modern ini sekaligus menyesuaikan dengan Revolusi Industri 4.0,” ujar dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan tersebut.

Program yang juga diampu oleh Dr Nurhadi Siswantoro ini berkolaborasi dengan mahasiswa KKN untuk membantu proses rancangan desain dan pelaksanaannya. Selain itu, setiap elemen dalam program, meliputi mahasiswa KKN dan pelaku UMKM dirujuk untuk mengikuti pelatihan sebagai kader penggerak halal yang diselenggarakan oleh PKH ITS.

Pelatihan ini membahas seputar pengelolaan menu halal dan sehat serta simulasi mendapatkan sertifikasi halal.

Program yang direncanakan rampung pada akhir November ini masih berada pada tahap desain kantin secara modern serta proses pendampingan pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal.

Menurut Badrus, program ini akan direalisasikan saat proses pembelajaran offline. “Untuk sementara, saat ini pelaku UMKM melayani secara daring sembari mempersiapkan keperluan jika pandemi berakhir,” tutur doktor lulusan Kobe University, Jepang ini.

Untuk rencana ke depan, Badrus mengharapkan, dalam implementasinya nanti dapat sesuai dengan UU No.3/2014 dengan adanya sosialisasi terhadap dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan.

Transformasi digital yang diterapkan pun harapannya dapat mendukung World Class University (WCU) di ITS. “Dengan dipublikasikannya program ini semoga dapat diterapkan di tempat lain untuk kolaborasi bersama,” pungkasnya. (ita)