Risma: Saya Siapkan Rusun dan Bantu Pindah
KOMUNITAS PERISTIWA

Risma: Saya Siapkan Rusun dan Bantu Pindah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjenguk sekaligus memberi bantuan pada korban yang rumahnya mengalami kebakaran bertempat di Jalan Bulak Rukem Timur. Tujuh rumah hangus dilalap si jago merah.

Risma dalam kunjungannya ke posko korban kebakaran siang tadi menyampaikan kesediaannya membantu para korban agar mendapatkan tempat tinggal layak huni. Selanjutnya, korban kebakaran akan tinggal di Rumah Susun Tambak Rejo.

“Sudah yang mau siapa, karena kalau dibenahi juga susah. Kita bantu pindahkan ke rumah rusun. Saya siapkan dulu rusun di sana, nanti kalau sudah siap bapak ibu kami bantu pindahan ke sana,” kata Risma, Sabtu (13/04).

Ia menyampaikan tanah bangunan yang ditempati oleh korban kebakaran merupakan bukan hak milik, sehingga lebih efektif jika korban dipindahkan ke rusun. Tetapi jika bangunan mereka hak milik, Risma bersedia membantu melalui Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK).

“Tanahnya juga bukan tanah milik bapak-ibu. Kecuali kalau tanahnya milik bapak-ibu bisa saya bantu menggunakan (RSDK). Tapi kalau bukan tanahnya bapak-ibu, bagaimana caranya,” ujarnya saat berada di lokasi kejadian.

Karena itu, Pemkot Surabaya memberikan alternativ kepada korban kebakaran agar mau pindah ke rusun. Selain bantuan berupa rusun, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan berupa sepeda, untuk alat transportasi bagi anak-anak korban kebakaran untuk bersekolah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan pihaknya bakal membantu evakuasi pindahan korban kebakaran ke rusun.

Di rusun tersebut, semua sudah tersedia. Selain bantuan berupa rusun, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan berupa pakaian, selimut, dan sarung.

“Di sana (rusun) semua sudah tersedia, saya juga tanyakan ke korban ternyata barangnya tidak ada yang tersisa. Sehingga bantuan dari BPB, juga akan kami berikan. Seperti pakaian, pakaian dalam, selimut, dan sarung,” kata Eddy.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Irvan Widyanto mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran tersebut adalah memasak lontong menggunakan tungku yang mengakibatkan enam rumah terbakar.

“Untuk dugaan sementara begitu, rumah non permanen yang terbuat dari triplek dan sesak bambu jadi mudah terbakar,” tutur Irvan.

Ia mengungkapkan, sebelumnya informasi kebakaran tersebut diterima oleh tim Command Center 112 pada pukul 20.51 WIB. Kemudian petugas memberangkatkan total 17 unit mobil PMK. Unit tempur tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pukul 20.58 WIB. “Petugas langsung memadamkan api dan dinyatakan aman Pukul 21.33 WIB,” imbuhnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bersama bagi semua, untuk lebih berhati-hati dan mengantisipasi bahaya kebakaran. Karena itu, pihaknya bakal terus mengadakan simulasi dan sosialisasi bahaya kebakaran untuk wilayah-wilayah padat penduduk.

“Kita tumbuhkan awarness kepada warga tentang bahaya kebakaran dengan simulasi dan sosialisasi di tingkat RT dan RW khususnya kawasan padat penduduk,” pungkasnya. (ita)