Ribuan warga memadati halaman Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Sabtu pagi. Suasana khidmat terasa sejak gema takbir mengalun menyambut hari kemenangan umat Muslim.
Pelaksanaan ibadah dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dengan imam Ustaz Muhammad Anwari, seorang qori tingkat nasional. Sementara khutbah Idulfitri disampaikan oleh Prof. Abdul Kadir Riyadi yang menyoroti pentingnya nilai kemanusiaan dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Ia mengajak masyarakat menjadikan kebersamaan yang terbangun selama Ramadan sebagai fondasi dalam kehidupan sosial.
Menurutnya, kekuatan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari soliditas warganya. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan individu.
Harmoni di Tengah Perbedaan
Eri juga menyoroti tingginya tingkat toleransi di Surabaya, khususnya pada momen perayaan keagamaan yang berdekatan. Tahun ini, Idulfitri berlangsung beriringan dengan Hari Raya Nyepi, namun situasi tetap berjalan kondusif.
Ia mengapresiasi sikap saling menghormati antarumat beragama, termasuk penyesuaian kegiatan takbiran yang dilakukan warga Muslim demi menjaga kenyamanan umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.
Selain itu, perbedaan waktu pelaksanaan Salat Idulfitri di tengah masyarakat juga dinilai sebagai hal yang wajar. Eri mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak menjadi sumber konflik, melainkan dipandang sebagai bagian dari keberagaman.
Pesan Kemanusiaan dalam Khutbah
Dalam khutbahnya, Prof. Abdul Kadir Riyadi menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial sebagai dasar pembangunan. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW mencakup aspek kemanusiaan yang universal, seperti perdamaian dan keamanan.
Ia mengingatkan bahwa tanpa kondisi yang damai, berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan hingga ekonomi, tidak dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, menjaga ketentraman menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Momentum Mempererat Kebersamaan
Kegiatan Salat Idulfitri di Balai Kota Surabaya ditutup dengan tradisi saling bersalaman dan bermaafan antarjemaah. Interaksi hangat tersebut memperkuat nuansa kebersamaan di tengah masyarakat.
Pemkot Surabaya berharap nilai-nilai toleransi dan persatuan yang tercermin dalam perayaan Idulfitri tahun ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Dengan demikian, Surabaya diharapkan tetap menjadi kota yang harmonis, sejahtera, dan inklusif bagi seluruh warganya. (tas)

