Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Seni Kontemporer di Venice Art Biennale

Seni Kontemporer di Venice Art Biennale

SENI BUDAYA redaksi18/05/2019 - 16:00 WIB

Karya para seniman dari Indonesia kembali menjadi salah satu tampilan yang menarik di ajang pameran seni (fine arts) tertua dan terbesar di dunia, Venice Art Biennale (VAB) ke-58, di kota Venice, Italia.

Paviliun Indonesia bertempat di kawasan Arsenale menampilkan karya seni instalasi oleh tim artistik yang terdiri dari seniman Syagini Ratna Wulan dan Handiwirman Saputra, dengan kurator Asmudjo Jono Irianto dan ko-kurator Yacobus Ari Respati.

Tema yang diangkat kali ini adalah “Lost Verses: akal tak sekali datang, runding tak sekali tiba”, berasal dari peribahasa Minang yang dapat diinterpretasikan sebagai masuknya suatu hal ke dalam pikiran dan perasaan seseorang melalui proses negosiasi yang panjang.

Paviliun seluas 500 m2 ini adalah bekas gudang senjata tua di tepi laut yang diisi dengan serangkaian instalasi terdiri dari lima komponen karya, yaitu: Meja Runding, Buaian, Susunan Kabinet, Ruang Merokok, dan Mesin Narasi. Di sini, para penikmat seni berkesempatan untuk memiliki interpretasi masing-masing terhadap karya yang ditampilkan.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf secara resmi membuka Paviliun Indonesia. Acara ini dihadiri sejumlah undangan yang terdiri dari para pegiat dan pecinta seni dari berbagai negara. Acara pembukaan juga diwarnai dengan pemotongan tumpeng dan suguhan kopi Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Bekraf menyampaikan bahwa dalam pameran kali mencerminkan keunikan Indonesia dalam Bhinneka Tunggal Ika.

“Paviliun Indonesia tidak lagi menampilkan karya seorang seniman tunggal, namun merupakan akumulasi visi dari beberapa seniman yang bergabung dalam satu tim, melakukan proses negosiasi ide di tengah keragaman,” kata Triawan Munaf.

Syagini Ratna Wulan menyatakan rasa gembiranya setelah Paviliun Indonesia resmi dibuka. “Mempersiapkan Paviliun Indonesia sangat melelahkan dalam waktu yang relatif sempit. Tetapi hari ini sangat menyenangkan, karena karakter utama Indonesia, yaitu hospitality (keramahan) terasa kepada semua hadirin,” tuturnya.

Salah seorang pengunjung, Paula dari Austria yang merupakan pegiat seni berkomentar, “Paviliun Indonesia benar-benar mengagumkan, dengan ide yang sangat orisinil dan khas Indonesia.”

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Roma, JS George Lantu menyampaikan pameran kali ini memiliki arti spesial seiring dengan Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI – Italia pada tahun 2019, yang mengambil tema utama peningkatan kerja sama ekonomi kreatif dan UKM antara kedua negara.

Paviliun Indonesia di VAB 2019 dikelola oleh Bekraf bersama Yayasan Design+Art Indonesia, dan terbuka untuk publik hingga 24 November 2019.

Venice Art Biennale merupakan pameran seni terkemuka di dunia, dimulai pada tahun 1895, dan menjadi barometer karya-karya seni bernilai tinggi. VAB 2019 diikuti oleh 90 negara, mengambil tema besar: “May You Live in Interesting Time” dengan kurator Ralph Rugoff. (sak)

Bekraf Venice Art Biennale
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.