Sinergi Kampus dan Dunia Kerja Saat Pandemi
KOMUNITAS PERISTIWA

Sinergi Kampus dan Dunia Kerja Saat Pandemi

Perguruan tinggi masih menghadapi tantangan-tantangan yang tidak mudah selama masa pandemi Covid-19. Aktivitas pendidikan melalui jaringan atau online menjadi salah satu adaptasi perguruan tinggi selama Covid-19.

Termasuk bidang riset dan pengabdian masyarakat menghindari aktivtas kontak langsung. Di sisi lain, dunia kerja dan sosial turut melakukan sejumlah adaptasi.

Merespons dan mendiskusikan tantangan-tantangan tersebut, Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri (MSA PTN-BH) menggelar Sidang Paripurna pada Sabtu (03/10). Sidang Paripurna MSA PTN-BH diikuti delegasi Senat Akademik dari sebelas PTN-BH di Indonesia.

Mereka adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Hasanudin (UNHAS), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Sidang Paripurna MSA PTN-BH 2020 mengangkat tema “Penguatan Relevansi Riset dan Kurikulum Pendidikan Tinggi dengan Dunia Kerja di Era Pembiasaan Perilaku Baru dan Pasca Pandemi Covid-19”. Sidang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 08.00 –13.00 WIB. Total seluruh delegasi Senat Akademik yang turut serta mencapai 130 peserta.

Prof dr Djoko Santoso SpPDKGH PhD FINASIM selaku Ketua SA UNAIR yang juga host pelaksana sidang tersebut menyampaikan, pandemi Covid-19 telah menimbulkan beragam tantangan-tantangan baru bagi perguruan tinggi.

Tantangan-tantangan berat itu pasti bisa kita lewati dengan nilai kesatuan semua pihak.

“Mengeksplorasi efektivitas pembelajaran daring dalam rangka menguatkan relevansi riset dan kurikulum Pendidikan Tinggi dengan dunia kerja di era pembiasan perilaku baru dan pasca pandemi Covid-19 sangat perlu dilakukan,” ujarnya.

Menurut Prof Djoko, forum pertemuan PTN BH di Surabaya itu menjadi sangat perlu dan penting dalam menyiapkan formula PTN BH dalam menghadapi beragam tantangan tersebut. Terutama menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi perubahan-perubahan akibat pandemi Covid-19.

Menteri Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Bambang Brodjonegoro bakal turut menyampaikan Keynote Speech dengan dimoderatori Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD (Ketua SA ITS).

Sesi berikutnya, digelar diskusi panel. Pembicara pertama adalah Prof Dr H Didi Suryadi MEd (Ketua SA UPI) memaparkan materi “Efektivitas Pembelajaran Daring: Menyiapkan Strategi Pembelajaran Daring dalam Rangka Menjaga dan Memperkuat Kompetensi dan Kesiapan Alumni Memasuki Dunia Kerja”.

Pembicara kedua Dr Nalini Muhdi SpKJ (K), FISCM (UNAIR) dengan materi “Pentingnya Kompetensi Mental Health dalam Menghadapi Dunia Kerja yang Tak Menentu”.

Sementara Prof Nachrowi MSc MPhil PhD selaku ketua panitia menyebut sidang itu ditujukan untuk mengeksplorasi efektivitas pembelajaran daring dalam rangka menguatkan relevansi riset dan kurikulum Pendidikan Tinggi dengan dunia kerja di era pembiasan perilaku baru dan pasca pandemi Covid-19.

”Selain itu, ini ditujukan menyiapkan Strategi Pembelajaran Daring dalam Rangka Menjaga dan Memperkuat Kompetensi dan Kesiapan Alumni Memasuki Dunia Kerja. Dan, menemu-kenali dan mengantisipasi Mental Disorder para Alumni Menghadapi Dunia Kerja yang Tak Menentu,” katanya.

Diketahui, turut pula disampaikan tiga laporan komisi. Yakni Komisi I (Akademik dan Sarana Prasarana) oleh Prof Dr drg Indang Trihandini MKes; Komis II (Riset, Pengabdian Masyarakat dan Inovasi) Prof Dr dr. Budi Wiweko SpG(K); Komisi III (Sumber Daya Manusia dan Kerjasama) Prof Dr A Harsono Soepardjo.

Serta, pada akhir akan disampaikan rekomendasi dari MSA PTN-BH terkait Penguatan Relevansi Riset dan Kurikulum Pendidikan Tinggi dengan Dunia Kerja di Era Pembiasaan Perilaku Baru dan Pasca Pandemi Covid-19 oleh Prof Dr Ir H Dodi Nandika MS (Ketua SA IPB). (ita)