SKK Migas Dorong Percepat Produksi
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

SKK Migas Dorong Percepat Produksi

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS, agar mempercepat produksi gas bumi yang diperuntukkan dalam program transisi energi.

“Kalau punya sumber gas harus betul-betul secepatnya menyiapkan untuk bisa berproduksi, ini penting,” kata Dwi Soetjipto melalui keterangan tertulis, Senin (03/01).

Sepanjang 2022, pemerintah menargetkan produksi gas bumi sebanyak 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) guna memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat, transportasi, hingga industri.

Menurut Dwi, industri hulu migas masih akan memegang peran strategis dalam pembangunan nasional, karena sektor migas tidak hanya sebagai sumber energi dan bahan baku industri ataupun sumber penerimaan negara, namun lokomotif penggerak perekonomian nasional.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan gas bumi mencapai 62,4 triliun kaki kubik dengan cadangan terbukti sejumlah 43,6 triliun kaki kubik.

Alasan pemerintah menjadikan gas bumi sebagai pendukung transisi energi karena gas mudah didistribusikan dan disimpan, serta rendah emisi karbon.

Berdasarkan data The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menilai ilmu terkait perubahan iklim, gas bumi hanya menghasilkan 469 gram karbon dioksida per kilowatt jam (kWh).

Angka emisi itu lebih rendah dibandingkan batu bara yang mencapai 1.001 gram karbon dioksida per kWh dan minyak bumi sebesar 840 gram karbon dioksida per kWh.

Dalam proyeksi kebutuhan energi Indonesia yang dirumuskan Dewan Energi Nasional, porsi bauran energi untuk gas alam diproyeksikan meningkatkan selama 29 tahun ke depan.

Dwi berharap lifting atau volume produksi migas dapat terus meningkat, agar bisa memperkuat neraca gas secara nasional dan mendukung upaya membangun ketahanan energi nasional. (sak)