Gelombang solidaritas warga Surabaya terhadap korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatra terus menguat. Hingga 11 Desember 2025, total donasi yang terkumpul melalui Posko Peduli Bencana Sumatra mencapai Rp1.350.089.022.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menyebut capaian tersebut mencerminkan empati tinggi masyarakat terhadap sesama yang terdampak bencana alam.
“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti kepedulian warga Surabaya kepada saudara-saudara kita di Sumatra,” kata Irvan, Jumat (12/12/2025).
Tak hanya donasi uang, berbagai bantuan logistik juga dikirim secara bertahap. BPBD Surabaya telah mengirimkan bantuan dalam tiga kali pengiriman pada 4, 6, dan 10 Desember 2025.
Pengiriman pertama dilakukan melalui pesawat kargo dengan koordinasi BPBD Provinsi Jawa Timur, yang kemudian disusul kerja sama dengan Koarmada II. Total bantuan logistik yang diberangkatkan mencapai sepuluh truk dengan estimasi nilai Rp774 juta.
“Logistik berupa makanan, perlengkapan darurat, dan kebutuhan dasar lainnya terus kami salurkan ke daerah terdampak,” jelas Irvan.
Ia menambahkan, suasana di posko kerap menghadirkan kisah kemanusiaan yang menyentuh. Sejumlah keluarga datang bersama anak-anak mereka untuk berdonasi secara langsung.
“Anak-anak ikut menyerahkan donasi dan terlihat bangga. Ini pelajaran berharga tentang empati dan kepedulian sosial,” ungkapnya.
Posko Peduli Bencana Sumatra di Balai Kota Surabaya tetap dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Warga yang ingin membantu masih dapat menyalurkan donasi melalui rekening resmi yang telah disediakan Pemkot Surabaya.
Sementara itu, Komandan Posko Peduli Bencana Sumatra, Linda Novanti, menjelaskan bahwa kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan sanitasi, hingga kebutuhan bayi dan ibu hamil.
“Kami juga membutuhkan terpal, tenda darurat, selimut, serta perlengkapan P3K. Namun kami tidak menerima pakaian bekas, kecuali pakaian bayi baru,” jelasnya.
BPBD Surabaya berharap dukungan masyarakat terus berlanjut agar proses pemulihan warga terdampak bencana di Sumatra dapat berjalan lebih cepat dan merata. (tas)

