Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Surabaya Bangun ‘Kampung Pancasila’

Surabaya Bangun ‘Kampung Pancasila’

KOMUNITAS redaksi08/07/2025 - 11:00 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi segera membentuk Kampung Pancasila dan Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila di seluruh wilayah Surabaya.

Hal ini disampaikan dalam sebuah arahan daring kepada jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD), camat, lurah, serta Ketua RT/RW se-Surabaya, Jumat (04/07) lalu.

Program ini merupakan langkah konkret mewujudkan visi Surabaya sebagai kota yang sejahtera dan berkarakter Pancasila, dengan penekanan kuat pada peran keluarga dan semangat gotong royong.

Eri Cahyadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap berbagai permasalahan sosial, terutama yang melibatkan anak-anak dan remaja, seperti kenakalan remaja, pengangguran, hingga kemerosotan moral.

Ia menyoroti bahwa hampir 99% permasalahan anak berakar dari faktor keluarga, termasuk ketidakrukunan orang tua dan kurangnya perhatian.

“Anak-anak tidak sepenuhnya salah, karena yang mereka lihat dan contoh sejak kecil hingga remaja adalah orang tuanya,” ungkap Eri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Eri mengusung gagasan Kampung Pancasila sebagai fondasi pembangunan kota. Konsep ini bukan hanya retorika, melainkan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya memimpikan Surabaya seperti kota-kota di luar negeri yang maju, yaitu dengan menjalankan Pancasila, tidak hanya di lisan, tetapi juga dalam perbuatan. Ini sejalan dengan ajaran agama untuk tolong-menolong dalam kebaikan,” jelasnya.

Melalui program Kampung Pancasila, ia berharap akan terwujud perkampungan-perkampungan yang saling menolong, bergotong royong, dan saling menjaga.

“Gerakan ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari RW, RT, Kader Surabaya Hebat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Bunda PAUD, komunitas, hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.

Sebagai langkah nyata untuk mengatasi tantangan urbanisasi dan ancaman moral, Wali Kota Eri menginstruksikan pembentukan Satgas Kampung Pancasila di setiap RW dan RT.

Satgas ini akan memiliki mandat yang luas, pertama adalah mengawasi dan membina anak-anak muda agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti geng motor atau berkeliaran di malam hari tanpa tujuan. Kedua, berkolaborasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah kota dalam menjalankan tugasnya.

“Ketiga, mendorong kebiasaan memilah sampah dari rumah, yang diharapkan dapat menghemat anggaran pengelolaan sampah dan mengalihkannya untuk pendidikan gratis atau modal usaha,” ujar dia.

Keempat, mengembangkan program-program produktif di tingkat kampung untuk menciptakan peluang kerja bagi anak-anak muda setelah lulus sekolah, misalnya dengan mengidentifikasi potensi kampung untuk menyuplai kebutuhan hotel atau pabrik lokal.

“Dan kelima, mengontrol kos-kosan untuk memastikan tidak menjadi tempat yang memberikan contoh buruk bagi anak-anak dan menjaga keamanan lingkungan,” imbuhnya.(ita)

kampung pancasila
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.