Pemerintah Kota Surabaya mencatat pertumbuhan signifikan sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Data Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 25.487.271 kunjungan selama satu tahun.
Plt Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Herry Purwadi, menyebutkan bahwa mayoritas kunjungan berasal dari wisatawan nusantara yang mencapai 87,8 persen. Kondisi ini menegaskan peran penting pasar domestik dalam menopang pariwisata Surabaya.
“Wisatawan nusantara masih menjadi kekuatan utama pariwisata Surabaya, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri,” kata Herry.
Ia menjelaskan, sejumlah destinasi favorit seperti Kebun Binatang Surabaya, Kawasan Religi Sunan Ampel, dan Kota Lama Surabaya menjadi tujuan utama wisatawan. Selain itu, agenda tahunan dan event besar seperti Surabaya Vaganza serta konser di Surabaya Expo Center turut mendorong lonjakan kunjungan.
Pemkot Surabaya juga aktif melakukan berbagai terobosan promosi, mulai dari rebranding melalui identitas visual “Surabaya City of Heroes”, pengoperasian Bus Wisata Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT), hingga penyusunan Surabaya Event Calendar sebagai panduan wisata berbasis agenda.
Tak hanya itu, kolaborasi lintas sektor juga diperkuat melalui program bundling event dan city tour bersama hotel, Museum Goes to School, Heroic Track, hingga Surabaya Holiday Super Sale (SHSS) yang melibatkan pelaku usaha dan industri pariwisata.
Disbudporapar Surabaya juga memperluas promosi dengan memfasilitasi kedatangan kapal pesiar, menggelar familiarization trip bagi influencer dan pelaku industri pariwisata internasional, serta melakukan promosi melalui tabletop ke kota-kota potensial seperti Makassar dan Bandung.
Memasuki tahun 2026, Pemkot Surabaya menyiapkan strategi lanjutan dengan fokus pada pengembangan wisata budaya dan sejarah, kolaborasi berkelanjutan dengan stakeholder pariwisata, serta optimalisasi media digital untuk memperkuat daya saing pariwisata kota.
“Ke depan, peningkatan kualitas destinasi, event berkelanjutan, serta promosi terpadu akan terus kami dorong agar Surabaya tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan,” pungkas Herry. (tas)
