Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat strategi penyerapan tenaga kerja dengan mengutamakan warga lokal serta memperluas konektivitas dengan sektor industri dan pasar ekspor. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kebijakan ketenagakerjaan di Kota Pahlawan difokuskan pada pemberdayaan warga ber-KTP Surabaya, khususnya yang telah lama berdomisili. Pendekatan ini dinilai penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Surabaya telah menjalin kerja sama dengan sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeca). Melalui kesepakatan tersebut, kebutuhan bahan baku seperti sayur dan komoditas lainnya dapat dipenuhi oleh warga lokal. Eri Cahyadi mendorong generasi muda untuk memanfaatkan peluang ini dengan mengikuti pelatihan dan program pendampingan yang disiapkan pemerintah kota.
Selain penguatan sektor industri lokal, Pemkot juga menghadirkan Surabaya Job Fair yang menyediakan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan. Menariknya, sebagian peluang kerja tersebut memiliki orientasi ekspor, sehingga membuka akses bagi tenaga kerja Surabaya untuk terlibat dalam rantai produksi global.
Menurut Eri Cahyadi, kebutuhan tenaga kerja di sektor ekspor masih cukup besar. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan generasi muda menjadi faktor kunci dalam memenuhi permintaan tersebut sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.
Upaya ini diperkuat melalui penyelenggaraan Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival yang mengintegrasikan agenda penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekspor. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas industri untuk menembus pasar ekspor secara langsung berdampak pada kebutuhan tenaga kerja.
Ia menyoroti bahwa sejumlah produk lokal sebenarnya telah memenuhi standar ekspor, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek kemasan dan presentasi, termasuk kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris.
Rangkaian utama SIL Festival dijadwalkan berlangsung pada 7-8 April 2026, dengan agenda utama berupa job fair dan forum ekspor. Lebih dari 1.000 lowongan kerja disiapkan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas seperti daksa ringan, rungu wicara, dan Down syndrome.
Proses rekrutmen akan diawali dengan wawancara langsung di Balai Pemuda pada 7 April, kemudian dilanjutkan di Grand City pada 8 April bagi peserta yang lolos tahap awal. Selain itu, forum ekspor akan mempertemukan pelaku industri dengan pembeli dari enam negara, yakni Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Pakistan, Oman, Hong Kong, dan Singapura.
Melalui skema ini, Pemkot Surabaya menargetkan terciptanya koneksi langsung antara pelaku usaha dan pasar internasional, yang pada akhirnya mampu mendorong pembukaan lapangan kerja baru secara berkelanjutan. (tas)

