Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat mitigasi bencana dengan menempatkan kesadaran individu sebagai pertahanan pertama menghadapi situasi darurat. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemkot menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban setiap warga Surabaya.
Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, menyampaikan bahwa masyarakat harus memahami langkah-langkah mitigasi yang tepat ketika bencana terjadi. “Kesadaran bencana adalah kesadaran individu. Artinya, setiap warga harus tahu persis apa yang harus dilakukan ketika peristiwa bencana terjadi,” ujarnya.
Edukasi Sejak Usia Dini hingga Lintas Lembaga
Irvan mencontohkan, pada kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau angin kencang, warga diharapkan tidak berlindung di bawah pohon atau papan reklame. Sebaliknya, mereka harus mencari bangunan permanen yang aman atau menunda aktivitas di luar rumah. “Ini adalah tindakan mitigasi paling konkret yang ingin kami tanamkan,” tambahnya.
Tiga potensi bencana yang menjadi fokus mitigasi BPBD adalah gempa bumi, cuaca ekstrem, dan kebakaran. Upaya peningkatan kewaspadaan ini dilakukan secara masif melalui kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Salah satu program unggulan adalah Satuan Pendidikan Siaga Bencana, yang menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMP baik negeri maupun swasta. Program tersebut menggandeng berbagai OPD, antara lain:
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
- Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM)
- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP)
- Satpol PP
Melalui kolaborasi ini, edukasi mencakup pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan di saluran air, hingga meningkatkan kepatuhan terhadap aturan keselamatan. Model kolaboratif ini terinspirasi dari konsep Kampung Pancasila yang menekankan semangat gotong royong.
Irvan juga mengungkapkan bahwa edukasi mitigasi kini diperluas ke pondok pesantren di seluruh Surabaya. DLH memberikan pelatihan pengelolaan sampah, DSDABM mengecek kondisi saluran air, sedangkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan (Disperkim) memeriksa struktur bangunan pesantren.
Layanan Darurat Diperkuat: 112 dan Posko Terpadu 24 Jam
Selain edukasi, Pemkot Surabaya terus meningkatkan kesiapsiagaan layanan kedaruratan. BPBD menyediakan Command Center Call 112 sebagai layanan utama. Warga juga dapat mengirim laporan darurat melalui WhatsApp ke 081131112112.
Untuk mempercepat respons, Pemkot Surabaya menyiapkan 10 Posko Terpadu yang siaga 24 jam di berbagai titik kota. Posko ini bertujuan memastikan penanganan kejadian darurat berlangsung cepat, khususnya di wilayah selatan Surabaya yang kerap mengalami insiden darurat.
Lokasi posko terpadu tersebut meliputi:
- Surabaya Timur – Jl. Arif Rahman Hakim
- Surabaya Utara – Jl. Kasuari 1
- Surabaya Pusat – Jl. Simpang Dukuh – Genteng Besar
- Wiyung – Jl. Raya Wiyung
- Mastrip – Jl. Bogangin I, Kedurus
- Kedung Cowek – Jl. Kedung Cowek No. 348
- Jemursari – Jl. Jemursari Timur II No. 2
- Dukuh Pakis – Jl. Mayjend Sungkono No. 122
- Surabaya Selatan – Jl. Dukuh Menanggal No. 1
- Surabaya Barat – Jl. Raya Balongsari No. 1
“Posko ini sangat strategis untuk menangani kondisi emergency, terutama mengingat beberapa insiden yang belakangan terjadi di wilayah selatan kota,” jelas Irvan.
Gotong Royong Warga Menjadi Kunci Mitigasi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi. Menurutnya, kesiapsiagaan akan berjalan efektif bila warga memiliki kesadaran kolektif.
Ia mencontohkan, untuk menghadapi potensi genangan air, warga bisa menyiapkan dokumen penting agar mudah diselamatkan serta membersihkan saluran air secara berkala. “Gotong royong warga merupakan giat mitigasi yang sangat efektif,” ujarnya.
Linda juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas. “Banyak kejadian kerugian yang justru berawal dari ketidakdisiplinan di jalan raya,” tutupnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Pemkot Surabaya berharap mitigasi bencana dapat dilakukan secara menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan. (tas)

