Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Surabaya Sambut Hangat Bhikkhu Walk for Peace 2026, Tebarkan Pesan Perdamaian dan Toleransi ASEAN

Surabaya Sambut Hangat Bhikkhu Walk for Peace 2026, Tebarkan Pesan Perdamaian dan Toleransi ASEAN

PERISTIWA Ita Nasyi’ah16/05/2026 - 13:34 WIB
Sebanyak 57 bhikkhu dari empat negara ASEAN singgah di Surabaya dalam perjalanan damai menuju Borobudur untuk Waisak 2026.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut kedatangan rombongan bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace (IWPF) 2026 di Lobby Balai Kota Surabaya, Jumat (15/5/2026). Kehadiran para bhikkhu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia tersebut menjadi simbol kuat persaudaraan lintas negara sekaligus penguatan nilai toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Rombongan bhikkhu itu tiba di Balai Kota Surabaya setelah berjalan kaki dari kawasan Panjang Jiwo. Perjalanan spiritual tersebut merupakan bagian dari misi perdamaian menuju Candi Borobudur dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak Nasional 2026.

Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dedik Irianto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para bhikkhu yang dinilai membawa pesan kemanusiaan dan perdamaian bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan seluruh masyarakat Kota Surabaya, kami menyampaikan selamat datang kepada para bhikkhu dan seluruh peserta perjalanan damai yang telah menempuh perjalanan panjang melintasi berbagai daerah di Indonesia,” ujar Dedik.

Menurutnya, perjalanan yang dilakukan para bhikkhu bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan perjalanan spiritual yang sarat nilai kemanusiaan. Ia menilai langkah para bhikkhu mencerminkan semangat kesederhanaan, disiplin, ketekunan, serta cinta kasih kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Dedik mengatakan Surabaya sebagai kota yang tumbuh dalam keberagaman memiliki komitmen kuat menjaga harmoni sosial dan persaudaraan antarumat beragama. Karena itu, kehadiran rombongan Walk for Peace dinilai sejalan dengan semangat kebhinekaan yang selama ini dijaga masyarakat Kota Pahlawan.

“Kehadiran para bhikkhu membawa pesan tentang pentingnya perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan. Ini menjadi pengingat bahwa keberagaman harus dirawat melalui tindakan nyata dan semangat persaudaraan,” katanya.

Ia berharap perjalanan damai tersebut dapat menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus menjaga nilai toleransi di tengah kehidupan sosial yang semakin beragam.

“Semoga perjalanan ini berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat besar bagi persatuan serta perdamaian dunia,” imbuhnya.

Tempuh Perjalanan Panjang Menuju Borobudur

Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa rombongan tahun ini terdiri atas 57 bhikkhu dari empat negara ASEAN. Sebanyak 43 bhikkhu berasal dari Thailand, empat bhikkhu dari Malaysia, tiga bhikkhu dari Laos, dan tujuh bhikkhu dari Indonesia.

Perjalanan damai tersebut dipimpin Bhante Phanarin Sumetho dari Thailand. Irwan mengungkapkan rasa kagumnya terhadap semangat para bhikkhu yang mampu berjalan kaki menempuh jarak cukup jauh setiap hari.

“Kami cukup kagum karena rute yang biasanya ditempuh menggunakan kendaraan dapat dilalui para bhikkhu dengan berjalan kaki secara lancar dan penuh semangat,” ujarnya.

Menurut Irwan, rombongan telah tiba di Denpasar sejak 7 Mei 2026 sebelum melanjutkan perjalanan melintasi sejumlah daerah di Jawa Timur. Selama 11 hari, para bhikkhu dijadwalkan melewati 10 kabupaten dan kota sebelum menuju Yogyakarta dan Candi Borobudur.

Rombongan diperkirakan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian persiapan Hari Raya Waisak yang akan digelar pada 30 Mei mendatang.

Irwan menambahkan, sepanjang perjalanan para bhikkhu mendapat sambutan hangat dari masyarakat lintas agama. Dukungan datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, pedagang kecil, tokoh masyarakat, hingga warga umum yang memberikan bantuan kebutuhan perjalanan.

“Hal ini menjadi gambaran nyata tentang keharmonisan masyarakat Indonesia. Sambutan hangat masyarakat menjadi sumber semangat bagi para bhikkhu untuk terus melanjutkan perjalanan damai menuju Borobudur,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya, aparat TNI-Polri, relawan, dan seluruh masyarakat yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

Misi Perdamaian dan Persaudaraan ASEAN

Ketua Rombongan Bhikkhu, Bhante Phanarin Sumetho, menjelaskan bahwa Indonesia Walk for Peace bertujuan memperkuat hubungan persaudaraan antarumat beragama dan antarnegara di kawasan ASEAN, khususnya Thailand, Indonesia, Laos, dan Malaysia.

Menurut Bhante Phanarin, perjalanan damai tersebut menjadi media untuk menyebarkan nilai kasih sayang, kebajikan, serta kepedulian terhadap sesama manusia.

“Harapannya, melalui kegiatan ini dapat tercipta persatuan, kasih sayang, dan persaudaraan sehingga dunia menjadi tempat yang lebih damai untuk semua orang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para bhikkhu tidak melakukan perjalanan tersebut untuk kepentingan pribadi maupun keuntungan duniawi. Sebaliknya, perjalanan itu menjadi bentuk pengabdian dalam menyebarkan nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Bhante Phanarin mengaku terharu atas sambutan masyarakat Indonesia selama perjalanan berlangsung. Menurutnya, dukungan masyarakat lintas agama menunjukkan bahwa toleransi masih tumbuh kuat di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Kami merasakan kebahagiaan sepanjang perjalanan. Banyak masyarakat lintas agama yang menyambut, membantu, dan memberikan dukungan kepada para bhikkhu,” katanya.

Dalam sehari, para bhikkhu menempuh perjalanan sejauh 40 hingga 50 kilometer. Meski harus menghadapi rasa lelah dan kondisi fisik yang menantang, dukungan masyarakat menjadi kekuatan bagi mereka untuk terus melangkah menuju Borobudur.

Melalui perjalanan tersebut, Bhante Phanarin juga mengajak masyarakat untuk lebih memaknai kehidupan dengan mengedepankan nilai kebaikan dan kepedulian terhadap sesama.

“Ketika manusia meninggal dunia, harta dan jabatan tidak akan dibawa. Yang tersisa hanyalah kebaikan yang pernah dilakukan selama hidup,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan selama perjalanan berlangsung.

“Atas nama Indonesia Walk for Peace, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat lintas agama, pemerintah, dan semua pihak yang telah menyambut perjalanan ini dengan penuh kehangatan dan persaudaraan,” pungkasnya. (ita) 

Bhikkhu ASEAN Borobudur diplomasi spiritual ASEAN Surabaya toleransi antaragama Waisak 2026 Walk for Peace 2026
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.