Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Tabrakan Argo Bromo dan KRL Bekasi Timur, Pakar UNAIR Soroti Risiko Trauma dan Pentingnya Pendampingan Psikologis

Tabrakan Argo Bromo dan KRL Bekasi Timur, Pakar UNAIR Soroti Risiko Trauma dan Pentingnya Pendampingan Psikologis

PERISTIWA Tiara AS29/04/2026 - 17:43 WIB
Tabrakan Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur picu trauma psikologis. Pakar UNAIR jelaskan dampak dan pentingnya pendampingan korban.

Insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo dan KRL lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan dampak psikologis yang berpotensi serius bagi para korban. Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa kecelakaan transportasi massal memiliki konsekuensi multidimensi, termasuk pada kesehatan mental penumpang.

Dosen Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), Atika Dian Ariana MSc MPsi Psikolog, menilai bahwa kejadian semacam ini merupakan bentuk krisis mendadak yang dapat memicu respons stres akut. Dalam situasi tersebut, individu dihadapkan pada ancaman nyata terhadap keselamatan diri, sehingga memunculkan reaksi emosional yang intens dan spontan.

Menurut Atika, respons awal yang umum terjadi meliputi rasa terkejut, kebingungan, hingga disorientasi. Dalam fase lanjutan, korban dapat mengalami spektrum emosi yang lebih kompleks, seperti kecemasan berlebih, ketakutan, hingga kemarahan. Respons ini sering kali juga disertai gejala fisik, seperti jantung berdebar, keringat dingin, tremor, dan sesak napas.

Ia menekankan bahwa reaksi tersebut merupakan mekanisme alami tubuh dalam menghadapi situasi ekstrem. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius.

Potensi Trauma dan Faktor Risiko

Dalam kajian psikologi klinis, pengalaman kecelakaan dapat berkembang menjadi trauma apabila individu merasa peristiwa tersebut melampaui kapasitas koping yang dimilikinya. Salah satu bentuk gangguan yang kerap muncul adalah post-traumatic stress disorder (PTSD), yang ditandai dengan ingatan berulang terhadap kejadian, mimpi buruk, hingga perilaku menghindari situasi yang mengingatkan pada peristiwa tersebut.

Atika menjelaskan bahwa tidak semua korban akan mengalami trauma berkepanjangan. Namun, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kerentanan, di antaranya riwayat trauma sebelumnya, kondisi kesehatan mental yang sudah ada, serta minimnya dukungan sosial pascakejadian.

Selain itu, tekanan eksternal seperti masalah ekonomi, pekerjaan, atau akademik juga dapat memperburuk kondisi psikologis korban. Dalam konteks ini, pemulihan tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga lingkungan yang mendukung.

Pentingnya Deteksi Dini Gejala Psikologis

Lebih lanjut, Atika mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda awal gangguan psikologis pascakecelakaan. Beberapa indikator yang perlu diwaspadai antara lain munculnya ingatan intrusif, gangguan tidur, kewaspadaan berlebihan, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.

Jika gejala tersebut berlangsung secara intens dan berulang dalam jangka waktu tertentu, khususnya hingga beberapa bulan setelah kejadian, maka intervensi profesional menjadi sangat diperlukan. Penanganan dini dinilai krusial untuk mencegah kondisi berkembang menjadi gangguan yang lebih kompleks.

Peran Negara dan Sistem Dukungan

Dalam konteks yang lebih luas, Atika menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam memastikan pemulihan korban berjalan optimal. Ia menilai bahwa penanganan pascakecelakaan tidak boleh berhenti pada aspek medis dan investigasi teknis semata, tetapi juga harus mencakup layanan kesehatan mental yang terintegrasi.

Pendampingan psikologis, menurutnya, perlu diberikan secara sistematis melalui layanan yang mudah diakses oleh korban. Selain itu, kepastian hukum, perlindungan hak kerja, serta komunikasi publik yang transparan juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Pendekatan komprehensif ini diharapkan tidak hanya membantu korban pulih secara individu, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi situasi krisis serupa di masa mendatang.

Peristiwa tabrakan Argo Bromo dan KRL ini menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kesiapan sistem dalam menangani dampak psikologis yang ditimbulkan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, tenaga profesional, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan pemulihan yang menyeluruh bagi para korban. (tas) 

dampak kecelakaan kereta dukungan psikologis kesehatan mental korban KRL Bekasi Timur pakar UNAIR PTSD tabrakan Argo Bromo trauma psikologis
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.