Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan jejaring internasional sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan kehormatan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, yang diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Jawa Timur untuk membuka ruang kolaborasi lintas negara, khususnya di bidang pendidikan, budaya, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Silaturahim ini semoga dapat berlanjut dalam berbagai format, baik pendidikan, ekonomi, budaya, maupun dakwah,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat. Selain didukung infrastruktur yang semakin terkoneksi dan ekosistem industri yang berkembang, Jawa Timur juga memiliki posisi strategis sebagai pusat distribusi logistik kawasan timur Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Perak.
Kinerja ekonomi Jawa Timur pun dinilai solid. Pada Triwulan III-2025, pertumbuhan ekonomi provinsi ini tercatat sebesar 5,22 persen (y-on-y), melampaui capaian nasional. Kontribusi ekonomi Jawa Timur terhadap Pulau Jawa mencapai 25,65 persen dan 14,54 persen terhadap perekonomian nasional.
Tak hanya aspek ekonomi, Gubernur Khofifah juga menekankan karakter Jawa Timur sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai Islam moderat dan toleransi. Menurutnya, nilai-nilai tersebut berakar kuat dari ajaran para Wali Songo, lima di antaranya berada di Jawa Timur.
“Moderasi beragama dan toleransi menjadi fondasi kuat hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun,” tuturnya.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Khofifah, menjadi kekuatan dalam membangun persaudaraan dan kerja sama yang harmonis antarnegara, sekaligus mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Perwakilan Universiti Malaya, Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, mengapresiasi paparan Gubernur Khofifah dan menyebut Jawa Timur sebagai wilayah yang memiliki kekuatan spiritual dan sosial yang khas.
Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan yang lebih luas antara Universiti Malaya dan berbagai institusi di Jawa Timur. (tas)
