Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Tiga Pelajar Bunuh Diri dalam Sepekan, Pakar Komunikasi UNAIR Soroti Dampak Tekanan Digital pada Remaja

Tiga Pelajar Bunuh Diri dalam Sepekan, Pakar Komunikasi UNAIR Soroti Dampak Tekanan Digital pada Remaja

PERISTIWA Tiara AS25/02/2026 - 12:32 WIB
Tiga pelajar bunuh diri dalam sepekan, pakar komunikasi UNAIR tekankan literasi digital dan kewaspadaan tekanan psikososial di media sosial.

Tiga peristiwa bunuh diri yang melibatkan remaja dan pelajar terjadi dalam kurun waktu sepekan di sejumlah daerah di Indonesia. Kasus tersebut masing-masing terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Demak, dan Bandung, dengan latar belakang persoalan yang beragam, mulai dari tekanan akademik hingga persoalan relasi pribadi.

Rangkaian peristiwa ini memunculkan keprihatinan luas terhadap kondisi kesehatan mental generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Suko Widodo, menilai fenomena tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika kehidupan remaja yang kini berlangsung di dua ruang sekaligus, yakni ruang fisik dan ruang digital.

Menurutnya, tekanan di ruang digital memiliki karakteristik berbeda karena dapat berlangsung tanpa jeda dan sulit terpantau oleh orang tua maupun guru. Remaja berinteraksi, membangun identitas, sekaligus menghadapi ekspektasi sosial melalui media sosial yang terus aktif selama 24 jam.

Dari perspektif ilmu komunikasi, Suko menjelaskan bahwa fenomena ini dapat dianalisis melalui Teori Kultivasi yang diperkenalkan George Gerbner. Paparan konten media secara berulang dinilai mampu membentuk persepsi individu tentang realitas sosial. Dalam konteks media sosial, gambaran mengenai kebahagiaan, popularitas, dan pencapaian tertentu berpotensi menjadi standar umum kehidupan yang dianggap ideal.

Ketika persepsi tersebut bertemu dengan kondisi emosional yang rentan—seperti putus hubungan, konflik keluarga, atau tekanan akademik—dampaknya dapat memperkuat perasaan negatif. Media sosial, lanjutnya, bukan sekadar ruang berbagi informasi, melainkan ruang yang juga mengamplifikasi emosi pengguna.

Ia menambahkan, sistem algoritma platform digital cenderung menampilkan konten yang selaras dengan minat dan aktivitas pengguna. Kondisi ini dapat menciptakan ruang gema (echo chamber) yang memperkuat suasana hati tertentu, termasuk emosi negatif apabila tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai.

Karena itu, literasi digital dinilai tidak cukup hanya sebatas kemampuan teknis menggunakan perangkat atau aplikasi. Diperlukan kesadaran emosional dan kemampuan reflektif dalam menyikapi konten digital. Suko juga mendorong sekolah dan keluarga untuk memiliki mekanisme deteksi dini terhadap perubahan perilaku remaja, termasuk menarik diri dari lingkungan sosial atau menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis.

Selain itu, media massa diimbau untuk memberitakan kasus bunuh diri secara bertanggung jawab, menghindari sensasionalisme, serta menyertakan informasi layanan konseling atau dukungan psikologis. Upaya kolektif dari keluarga, sekolah, komunitas, dan media dinilai penting agar remaja tidak hanya terhubung secara daring, tetapi juga memperoleh dukungan emosional yang nyata. (tas)

bunuh diri remaja kesehatan mental pelajar Literasi Digital Media Sosial tekanan psikososial Teori Kultivasi Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.